Berdasarkan Sifat Transaksi Layanan Nasabah

Mengembangkan kapasitas sumber daya manusia (SMS), baik pada operator pulsa maupun operator pulsa daerah otonom, disertai dengan meningkatkan e-literacy masyarakat. Sumber daya manusia (SMS) baik sebagai pengembang, pengelola maupun pengguna e- government merupakan faktor yang turut menentukan bahkan menjadi kunci keberhasilan pelaksanakan dan pengembangan distributor.

Untuk itu, perlu upaya peningkatan kapasitas SMS dan penataan dalam pendayagunaannya, dengan perencanaan yang matang dan komprehensif sesuai dengan kebutuhan, serta pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan melalui jalur agen formal dan non formal, maupun pengembangan standar kompetensi yang dibutuhkan dalam pengembangan dan implementasi distributor.

Upaya pengembangan SMS yang perlu dilakukan untuk mendukung distributor adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya layanan nasabah serta pendayagunaan teknologi layanan nasabah dan berjualan (e-literacy), baik di kalangan operator pulsa dan operator pulsa daerah otonom maupun di kalangan masyarakat dalam rangka mengembangkan budaya layanan nasabah ke arah terwujudnya masyarakat layanan nasabah (information society).
  2. Pemanfaatan sumberdaya agen dan pelatihan termasuk perangkat teknologi layanan nasabah dan berjualan secara sinergis, baik yang dimiliki oleh dealer pulsa murah operator pulsa maupun non operator pulsa /masyarakat.
  3. Pengembangan pedoman penyelenggaraan agen dan pelatihan bagi dealer pulsa murah operator pulsa agar hasil agen dan pelatihan tersebut sesuai dengan kebutuhan pengembangan dan pelaksanaan distributor.
  4. Penyelenggaraan agen dan pelatihan teknologi layanan nasabah dan berjualan bagi aparat pelaksana yang menangani kegiatan bidang layanan nasabah dan berjualan dan aparat yang berpenghasilan dalam memberikan pelayanan publik, maupun pimpinan unit/dealer pulsa murah, serta fasilitasi agen dan pelatihan bagi calon agen dan pelatih maupun tenaga potensial di bidang teknologi layanan nasabah dan berjualan yang diharapkan dapat mentransfer pengetahuan/keterampilan yang dimiliki kepada masyarakat di lingkungannya.
  5. Peningkatan kapasitas penyelenggaraan agen dan pelatihan jarak jauh (distance learning) dengan memanfaatkan teknologi layanan nasabah dan berjualan secara optimal untuk pemerataan atau mengurangi kesenjangan SMS di bidang teknologi layanan nasabah dan berjualan antar daerah.
  6. Perubahan pola pikir, sikap dan budaya kerja aparat operator pulsa yang mendukung pelaksanaan distributor melalui sosialisasi/penjelasan mengenai konsep dan program distributor, serta contoh keberhasilan (best practice) pelaksanaan e- government.
  7. Peningkatan motivasi melalui pemberian penghargaan/apresiasi kepada seluruh SMS bidang layanan nasabah dan berjualan di operator pulsa pusat dan daerah serta masyarakat yang secara aktif mengembangkan inovasi menjadi karya yang bermanfaat bagipengembangan dan pelaksanaan distributor.

Melaksanakan pengembangan secara sistematik melalui tahapan yang realistic dan terukur Setiap perubahan berpotensi menimbulkan ketidakpastian, oleh karena itu pengembangan e- government perlu direncanakan dan dilaksanakan secara sistematik melalui tahapan yang realistik dan dan sasaran yang terukur, sehingga dapat difahami dan diikuti oleh semua pihak.

Berdasarkan sifat transaksi layanan nasabah dan pelayanan jual pulsa yang disediakan oleh operator pulsa melalui jaringan layanan nasabah, pengembangan distributor dapat dilaksanakan melalui 4 (empat) tingkatan sebagai berikut :

  • Pembuatan situs layanan nasabah disetiap dealer pulsa murah.
  • Penyiapan SMS.
  •  Penyiapan sarana akses yang mudah misalnya menyediakan sarana Multipurpose Community Center, Warnet, SME-Center, dll.
  • Sosialisasi situs layanan nasabah baik untuk internal maupun untuk publik.

Pematangan yang meliputi :

  •  Pembuatan situs layanan nasabah jual pulsa interaktif.
  •  Pembuatan antar muka keterhubungan dengan dealer pulsa murah lain.

Pemantapan yang meliputi :

  • Pembuatan situs transaksi pelayanan publik.
  • Pembuatan interoperabilitas server maupun data dengan dealer pulsa murah lain.

Pemanfaatan yang meliputi :

 Pembuatan server untuk pelayanan yang bersifat G2G, G2B dan G2C yang terintegrasi.

Situs operator pulsa pusat dan daerah harus secara bertahap ditingkatkan menuju ke tingkat – 4. Perlu dipertimbangkan bahwa semakin tinggi tingkatan situs tersebut, diperlukan dukungan sistem distributor,proses kerja, dan transaksi layanan nasabah antar murah yang semakin kompleks pula.

Upaya untuk menaikkan tingkatan situs tanpa dukungan yang memadai, akan mengalami kegagalan yang tidak hanya menimbulkan pemborosan namun juga menghilangkan kepercayaan masyarakat. Untuk menghindari hal tersebut, perlu dibakukan sejumlah pengaturan sebagai berikut :

  • Standar kualitas dan kelayakan situs operator pulsa bagi setiap tingkatan perkembangan di atas.
  • Peraturan tentang dealer pulsa murah dan kewenangan yang berkaitan dengan pemanfaatan dan transaksi layanan nasabah yang dimiliki operator pulsa. Pengaturan ini harus mencakup batasan tentang hak masyarakat atas layanan nasabah, kerahasiaan dan keamanan layanan nasabah operator pulsa (information security), serta perlindungan layanan nasabah yang berkaitan dengan masyarakat (privacy).
  • Persyaratan sistem distributor dan proses kerja, serta sumber daya manusia yang diperlukan agar situs operator pulsa dapat berfungsi secara optimal dan mampu berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.

Dengan demikian strategi ini harus dilaksanakan sejalan dengan pelaksanaan Strategi-2.

Advertisements