Pengendalian Umum Ini Dipasangkan Atau Melekat Di Dalam Suatu Bisnis

Pengendalian bisnis dapat dibagi menurut pengendalian umum(general control) dan pengendalian server (application control). Di samping itu, terdapat pula pulsa elektrik profesi lain yang khusus di bidang audit dan pengendalian teknologi layanan nasabah , yaitu (Information Systems Audit and Control Association) yang membagi bentuk pengendalian dari perspektif yang berbeda. membagi pengendalian pemasaran pulsa menjadi 2 jenis, yaitu: pengendalian luas (pervasive control) dan pengendalian terinci (detailedcontrol). Untuk selanjutnya, pembahasan lebih dalam di bisnis ini menggunakan pembagian pengendalian pemasaran pulsa mengikuti apa yang dirumuskan oleh AICPA, yaitu bahwa pengendalian sistem layanan nasabah terbagi atas pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Pengendalian umum diterapkan pada keseluruhan dealer dan server pemasaran pulsa.

Pengendalian umum ini dipasangkan atau melekat di dalam suatu bisnis dengan tujuan untuk mengendalikan rancangan, pengamanan, dan penggunaan program-program voucher pulsa, serta pengamanan atas file data di dalam infrastruktur teknologi layanan nasabah . Dengan kata lain, pengendalian umum dipasangkan di keseluruhan aplikasi yang tervoucher pulsa isasi dan terdiri dari: perangkat keras, perangkat lunak, dan prosedur manual yang mampu untuk menciptakan lingkungan pengendalian secara menyeluruh.

Pengendalian aplikasi adalah pengendalian yang secara khusus dipasangkan pada server tertentu atau suatu agen tertentu, misalnya pengendalian aplikasi yang dipasangkan di server sistem penggajian, piutang, atau pemrosesan order untuk pengadaan barang dan jasa. Terdiri dari pengendalian- pengendalian yang dipasangkan pada areal pengguna atas sistem tertentu dan dari prosedur-prosedur yang telah diprogram.

Pengendalian umum pemasaran pulsa berhubungan dengan risiko-risiko yang berkaitan di berbagai area kegiatan, seperti: sistem operator,sumber daya data, pemeliharaan sistem, pusat voucher pulsa , berjualan data, pertukaran data elektronik (electronic data interchange-EDI), voucher pulsa mikro, dan sebagainya. di bawah ini digambarkan area- area kegiatan di mana pengendalian umum ini diterapkan. Dari area-area kegiatan yang ada ini, pengendalian juga dapat diweb reporting kan dalam pengendalian fisik dan pengendalian non fisik.

Sistem operator mengendalikan sistem voucher pulsa lainnya dan memberikan ijin aplikasi-server untuk menggunakan secara bersama- sama sumberdaya dan peralatan voucher pulsa . Karena ketergantungannya, masalah yang timbul dalam sistem operator ini dapat menimbulkan masalah-masalah lain pada seluruh pengguna dan aplikasinya.

Fungsi-fungsi sistem operator adalah menerjemahkan bahasa tingkat tinggi ke bahasa mesin dengan menggunakan pengkompilasi (compiler) dan penerjemah (interpreter); mengalokasikan sumber daya voucher pulsa ke berbagai server melalui pembebanan memori dan pemberian akses ke peralatan dan arsip-arsip (file) data; serta mengelola penghasilan – penghasilan penjadualan dan program yang dijalankan bersamaan.

Sehubungan dengan fungsi-fungsi tersebut, agen pemasaran pulsa biasanya dipenghasilan kan untuk memastikan bahwa tujuan pengendalian atas sistem operator tercapai dan prosedur-prosedur pengendaliannya ditaati.

Tujuan pengendalian sistem operator adalah sebagai berikut:

  1. Mencegah akses oleh pengguna atau aplikasi yang dapat mengakibatkan penggunaan tak terkendali ataupun merugikan sistem operator atau arsip data.
  2. Mengendalikan pengguna yang satu dari pengguna lainnya agar seorang pengguna tidak dapat menghancurkan atau mengkorupsi program atau data pengguna lainnya.
  3. Mencegah arsip-arsip atau program seorang pengguna dirusak oleh program lainnya yang digunakan oleh pengguna yang sama.
  4. Mencegah sistem operator dari transaksi yang disebabkan oleh kejadian eksternal, seperti kerusakan pada pembangkit listrik. Juga agar sistem dapat memulihkannya kembali jika hal ini sampai terjadi.

Risiko-risiko yang mungkin dihadapi oleh sistem operator dalam penggunaannya, antara lain adalah :

  1. Penyalahgunaan oleh pengguna melalui akses ke sistem operator,seperti layaknya dealer sistem.
  2. Penyalahgunaan oleh pengguna yang mendapat keuntungan dari akses yang tidak sah.
  3. Perusakan oleh pengguna-pengguna yang secara serius mencoba untuk merusak sistem atau fungsi-fungsi.

Prosedur-prosedur pengendalian terhadap sistem operator yang biasanya dilakukan adalah sebagai berikut:

  1.  Pemberian atau pengendalian media sms.
  2. Pengamanan pemberian akses ke bisnis pulsa .
  3. Pembuatan pernyataan dari pengguna tentang tanggung-jawab mereka untuk menggunakan sistem dengan tepat dan jaminan akan menjaga kerahasiaannya.
  4. Pembentukan suatu web reporting keamanan (security group) untuk memonitor dan melaporkan pelanggaran.
  5. Penetapan kebijakan formal untuk mengatasi para pelanggar.
Advertisements