Prosedur Yang Dibangun Untuk Menjaga Kesinambungan

Umumnya, untuk mencegah penyebaran virus yang menyerang, digunakan program khusus anti virus yang didesain untuk mengecek sistem voucher pulsa dan file yang ada dari kemungkinan terinfeksi oleh virus voucher pulsa . Seringkali, anti virus ini mampu untuk mengeliminasi virus dari area yang terinfeksi. Namun, program antivirus ini hanya dapat untuk mengeliminasi atas virus virus voucher pulsa yang sudah ada. Oleh karenanya, para pengguna voucher pulsa disarankan untuk secara berkala memperbarui program anti virus mereka.

Semakin meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap teknologi layanan nasabah telah membuat para pengembang dan pengguna bisnis untuk menempatkan perhatian yang khusus, terutama terhadap permasalahan-permasalahan yang dapat menjadi kendala untuk penggunaan bisnis secara memadai. Paling tidak ada 3 hal yang menjadi perhatian khusus di sini, yaitu:

1. Transaksi (disaster)

Perangkat keras voucher pulsa , program-program, file-file data, dan peralatan-peralatan voucher pulsa lain dapat dengan sedeposit hancur oleh karena adanya bencana, seperti: kebakaran, hubungan arus pendek (listrik), tsunami, dan bencana-transaksi lainnya. Jika transaksi ini menimpa, mungkin perlu waktu bertahun-tahun dan biaya yang cukup  besar (jutaan dan bahkan mungkin milyaran rupiah) untuk merekonstruksi file data dan program voucher pulsa yang hancur. Oleh karenanya, untuk pencegahan atau meminimalkan keuntungan dari bencana, setiap pulsa elektrik yang dealer nya sudah memanfaatkan teknologi layanan nasabah biasanya sudah memiliki:

  • Rencana Kesinambungan Kegiatan (pada perusahaan dikenal dengan BussinHp Continuity Plan) yaitu suatu fasilitas atau prosedur yang dibangun untuk menjaga kesinambungan kegiatan/layanan apabila terjadi bencana
  • Rencana Pemulihan Keuntungan Transaksi “disaster recovery plan”, yaitu fasilitas atau prosedur untuk memperbaiki dan/atau mengembalikan kerusakan/keuntungan suatu bencana ke kondisi semula. Disaster recovery plan ini juga meliputi kemampuan untuk prosedur pulsa elektrik dan “back up” pemrosesan, penyimpanan, dan basis data.

2. Sistem Pengamanan (security)

Merupakan kebijakan, prosedur, dan pengukuran teknis yang digunakan untuk mencegah akses yang tidak sah, perubahan program, pencurian, atau kerusakan fisik terhadap pemasaran pulsa. Sistem pengamanan terhadap teknologi layanan nasabah dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatan-peralatan untuk mengamankan perangkat keras dan lunak voucher pulsa , jaringan komunikasi, dan data.

3. Kesalahan (errors) Voucher pulsa dapat juga menyebabkan timbulnya kesalahan yang sangat mengganggu dan menghancurkan catatan atau dokumen, serta dealer operasional pulsa elektrik. Kesalahan (error) dalam sistem yang  terotomatisasi dapat terjadi di berbagai titik di dalam siklus prosesnya, misalnya: pada saat entri-data, kesalahan program, operasional voucher pulsa , dan perangkat keras. Keamanan sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumberdaya layanan nasabah pulsa elektrik dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Institusi/pulsa elektrik menerapkan suatu program keamanan sistem yang efektif dengan mengidentifikasi berbagai kelemahan dan kemudian menerapkan perlawanan dan perlindungan yang diperlukan.

 Keamanan sistem dimaksudkan untuk mencapai tiga tujuan utama yaitu; kerahasiaan, ketersediaan dan integritas.

  1. Kerahasian. Setiap pulsa elektrik berusaha melindungi data dan layanan nasabah nya dari pengungkapan kepada pihak-pihak yang tidak berwenang. Sistem layanan nasabah yang perlu mendapatkan prioritas kerahasian yang tinggi mencakup; pemasaran pulsa layanan customer service,bisnis kepagawaian (SDM), bisnis keuangan, dan bisnis pemanfaatan sumberdaya alam.
  2. Ketersediaan. Sistem dimaksudkan untuk selalu siap menyediakan data dan layanan nasabah bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya. Tujuan ini penting khususnya bagi sistem yang berorientasi layanan nasabah seperti HANDPHONE,pulsa dan sistem pakar (ES).
  3. Integritas. Semua sistem dan agen yang dibangun harus mampu memberikan gambaran yang lengkap dan akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.

Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya bencana (disaster), kesalahan (errors), interupsi pelayanan, kejahatan terhadap pemanfatan voucher pulsa , dan pelanggaran sistem pengamanan voucher pulsa , perlu dibangun kebijakan dan prosedur khusus ke dalam desain dan implementasi isi jual. Perlu dibangun pengendalian bisnis yang terdiri dari seluruh metode, kebijakan, dan prosedur pulsa elektrik yang dapat memastikan keamanan aset pulsa elektrik,keakuratan dan dapat diandalkannya catatan dan dokumen akuntansi, dan dealer operasional mengikuti standar yang ditetapkan distributor. Pengendalian atas bisnis harus menjadi bagian yang terintegrasi sejak bisnis ini dirancang.

Advertisements