Bisnis Pulsa Merupakan Program Yang Berguna

Metode metode pengembangan server yang ada pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode fungsi/data (function data methods) dan metode berorientasi objek (object-orientedmethods). Pada intinya, metode fungsi/data memberlakukan fungsi dan data secara terpisah. Motode berorientasi objek memberlakukan fungsi dan data secara ketat sebagai satu kesatuan.

Metode fungsi/data membedakan fungsi dan data. Fungsi, pada prinsipnya, adalah aktif dan memiliki perilaku, sedangkan data adalah pemegang layanan nasabah pasif yang dipengaruhi oleh fungsi. Sistem biasanya dipilah menurut fungsi, di mana data dikirim di antara fungsi-fungsi tersebut. Fungsi kemudian dipilah lebih lanjut dan akhirnya diubah menjadi kode sumber (program voucher pulsa ).

Sistem yang dikembangkan dengan metode fungsi/data sering sulit pemeliharaannya. Problem utama dengan metode fungsi/data adalah bahwa seluruh fungsi harus paham bagaimana data dihandphone pan. Dengan kata lain, fungsi harus paham struktur datanya. Seringkali, dalam hal-hal tertentu, tipe data yang berbeda memiliki format data yang sangat berbeda. Problem lain dalam metode fungsi/data adalah bahwa manusia secara alami tidak berfikir secara terstruktur. Dalam kenyataannya, spesifikasi kebutuhan biasanya diformulasikan dalam bahasa manusia.

Metode berorientasi-objek mencoba menstrukturkan sistem dari item- item yang ada dalam domain masalah. Metode ini biasanya sangat stabil dan perubahannya sangat sedikit Perubahan yang terjadi biasanya mempengaruhi hanya satu atau sedikit hal tertentu, yang artinya perubahan yang dibuat hanya terjadi secara lokal di sistem.

Guna memperlancar proses Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Kota Idaman telah mengidentifikasi dan menginventarisir sistim layanan nasabah yang bernilai strategis yang dibutuhkan oleh Operator Kabupaten Kota Idaman, yang nantinya digunakan untuk mempelancar dan mempermudah pengaksesasan data yang cepat, akurat, tepat dan up to date. Adapun bisnis yang telah dikembangkan dan digunakan Kantor Pengolahan Data, untuk Operator an Kabupaten Kota Idaman adalah sebagai berikut:

Sistem Pulsa isi ulang Bisnis pulsa merupakan program yang berguna untuk mendukung pengarsipan data-data bidang kebisnis pulsa an, saat ini Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Kota Idaman sejak bulan Januari sampai dengan Desember 20X7 telah menghimpun ±2.765 data bisnis pulsa di Lingkungan Operator Kabupaten Kota Idaman.

Berdasarkan layanan nasabah di atas jika Smartfren diminta untuk merancang pengembangan Handphone peg di lingkungan murah Smartfren, susunlah layanan nasabah dan kebutuhan apa saja yang harus ada dan perlu dikembangkan dalam pengembangan Handphone peg tersebut.

Dari pengalaman berbagai pulsa elektrik dalam pemanfaatan bisnis,salah satu hal yang dibutuhkan adalah bagaimana setiap pulsa elektrik dapat memastikan bahwa bisnis yang ada memiliki sistem pengamanan dan pengendalian yang memadai. Penggunaan bisnis di pulsa elektrik bukannya tanpa risiko. Penggunaan atau akses yang tidak sah, server yang tidak berfungsi, kerusakan pada perangkat keras, gangguan dalam komunikasi, bencana alam, dan kesalahan yang dilakukan oleh pepenghasilan merupakan beberapa contoh betapa rentannya isi jual menghadapi berbagai risiko dan potensi risiko yang kemungkinan timbul dari penggunaan bisnis yang ada. Beberapa hal yang menjadi tantangan distributor menghadapi berbagai risiko dalam penggunaan bisnis yaitu:

  1. Bagaimana merancang sistem yang tidak mengakibatkan terjadinya pengendalian yang berlebih (overcontrolling) atau pengendalian yang terlalu lemah (undercontrolling).
  2. Bagaimana pemenuhan standar jaminan kualitas (quality assurance) dalam server bisnis

Mengapa pemasaran pulsa begitu rentan? Data yang dihandphone pan dalam bentuk elektronis umumnya lebih mudah atau rawan sekali terhadap ancaman atau gangguan yang mungkin timbul, dibanding jika data tersebut dihandphone pan secara manual. Beberapa ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi dan berpengaruh terhadap pemasaran pulsa,adalah sebagai berikut:

  1. Kerusakan perangkat keras.
  2. Server tidak berfungsi.
  3. Tindakan-tindakan personal.
  4. Penetrasi akses ke terminal.
  5. Pencurian data atau peralatan.
  6. Kebakaran.
  7. Permasalahan listrik.
  8. Kesalahan-kesalahan pengguna.
  9. Program berubah.
  10. Permasalahan-permasalahan telekomunikasi.

Kemajuan dalam teleberjualan dan server dan keras voucher pulsa secara signifikan juga memberikan kontribusi atas meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap pemasaran pulsa. Melalui jaringan telekomunikasi, layanan nasabah disebarkan atau dihubungkan ke berbagai lokasi. Kemungkinan adanya akses yang tidak sah, gangguan atau kecurangan dapat saja terjadi baik di satu atau beberapa lokasi yang terhubung. Semakin kompleksnya perangkat keras juga menciptakan kemungkinan terjadinya peluang untuk penetrasi dan manipulasi penggunaan bisnis.

Pertumbuhan dan penggunaan yang pesat internet dalam berbagai dealer juga mengundang timbulnya berbagai gangguan terhadap bisnis. Dua hal yang menjadi perhatian di sini adalah masalah hackers dan virus. Hacker adalah seseorang yang melakukan akses yang tidak saja ke jaringan voucher pulsa untuk tujuan mencari keuntungan, kriminal, atau hanya untuk sekedar kesenangannya. Sedangkan virus adalah program yang mengganggu dan merusak file yang ada dalam voucher pulsa , serta sulit untuk dideteksi. Virus ini dapat cepat sekali menyebar, menghancurkan file, dan mengganggu pemrosesan dan memory sistem layanan nasabah

Advertisements