Tahapan Lagi Yang Harus Dijaga Dan Diperhatikan Oleh Distributor

Pada  tahap  ini,  tim  teknologi  layanan  nasabah  bekerja  sama  dengan  tim  bisnis  atau  distributor  melakukan  perancangan  komponen-komponen  sistem  terkait.  Tim  teknologi  layanan  nasabah  akan  melakukan  perancangan  teknis  dari  teknologi  layanan  nasabah  yang  akan  dibangun,  seperti  sistem  basis  data,  jaringan  voucher  pulsa ,  teknik  koversi  data,  metode  migrasi  sistem,  dan  sebagainya.

Sementara  itu,  secara  paralel  dan  bersama-sama  tim  bisnis  atau  distributor,dan  tim  teknologi  layanan  nasabah  akan  melakukan  perancangan  terhadap  komponen-komponen  pulsa  elektrik  yang  terkait,  seperti: standardoperating  procedures  (SOP),  struktur  pulsa  elektrik,kebijakan-kebijakan,  teknik  pelatihan,  pendekatan  SDM,  dan  sebagainya.  Langkah-langkah  tahap  rancangan  sistem  mencakup:

  1. Menyiapkan  detail  rancangan  sistem
  2. Mengidentifikasi  berbagai  alternatif  konfigurasi/rancang  banun  sistem
  3.  Mengevaluasi  berbagai  alternatif  konfigurasi  sistem
  4. Memilih  konfigurasi  terbaik
  5. Menyiapkan  usulan  penerapan/aplikasi
  6. Menyetujui  atau  menolak  server  sistem

Berdasarkan  desain  yang  telah  dibuat,  konstruksi  atau  pengembangan  sistem  yang  sesungguhnya  (secara  fisik)  dibangun.  Tim  teknis  merupakan  tulang  punggung  pelaksanaan  tahap  ini,  mengingat  semua  hal  yang  bersifat  konseptual  harus  diwujudkan  dalam  suatu  konstruksi  teknologi  layanan  nasabah  dalam  skala  yang  lebih  detail.

Dari  semua  tahapan  yang  ada,  tahap  konstruksi  inilah  yang  biasanya  paling  banyak  melihatkan  sumber  daya  terbesar,  terutama  dalam  hal  penggunaan  SDM,  biaya,  dan  waktu.  Pengendalian  terhadap  distributor  kios  pada  tahap  konstruksi  harus  diperketat  agar  penggunaan  sumber  daya  dapat  efektif  dan  efisien.  Bagaimanapun,  hal  ini  akan  berkeuntungan  terhadap  keberhasilan  kios  bisnis  yang  diselesaikan  secara  tepat  waktu.  Akhir  dari  tahap  konstruksi  biasanya  berupa  uji  coba  atas  sistem  layanan  nasabah  yang  baru  dikembangkan.

Tahap  implementasi  merupakan  tahap  yang  paling  kritis  karena  untuk  pertarna  kalinya  sistem  layanan  nasabah  akan  dipergunakan  di  dalam  pulsa  elektrik.  Ada  berbagai  pendekatan  untuk  implementasi  sistem  yang  baru  didesain.  Pekerjaan  utama  dalam  implementasi  sistem  biasanya  mencakup  hal-hal  sebagai  berikut:

  1. Merencanakan  waktu  yang  tepat  untuk  implementasi
  2. Mengumumkan  rencana  implementasi
  3. Mendapatkan  sumberdaya  perangkat  keras  dan  lunak
  4. Menyiapkan  database
  5. Menyiapkan  fasilitas  fisik
  6. Memberikan  pelatihan  dan  workshop
  7. Menyiapkan  saat  yang  tepat  untuk  cutover  (peralihan  sistem)
  8. Penggunaan  sistem  baru

Pemberian  pelatihan  (training)  harus  diberikan  kepada  semua  pihak  yang  terlibat  sebelum  tahap  implementasi  dimulai.  Selain  untuk  mengurangi  risiko  kegagalan,  pemberian  pelatihan  juga  berguna  untuk  menanamkan  rasa  memiliki  terhadap  sistem  baru  yang  akan  diterapkan.  Dengan  cara  ini,  seluruh  jajaran  pengguna  akan  dengan  mudah  menerima  sistem  tersebut  dan  memeliharanya  dengan  balk  di  masa-masa  mendatang

Pengembangan  sistem  layanan  nasabah  biasanya  diakhiri  setelah  tahap  implementasi  dilakukan.  Namun,  ada  satu  tahapan  lagi  yang  harus  dijaga  dan  diperhatikan  oleh  distributor , yaitu  tahap  pasca implementasi.  Kegiatan  yang  dilakukan  di  tahap  pasca  implementasi adalah  bagaimana  pemeliharaan  sistem  akan  dikelola.

Seperti  halnya  sumber  daya  yang  lain,  sistem  layanan  nasabah  akan  mengalami  perkembangan  di  kemudian  hari.  Hal-hal  seperti  modifikasi  sistem,  berpedoman  ke  sistem  lain,  perubahan  hak  akses  sistem,  penanganan  terhadap  fasilitas  pada  sistem  yang  rusak,  merupakan  contoh  dari  kasus-kasus  yang  biasanya  timbul  dalam  pemeliharaan  sistem.  Disinilah  diperlukan  dokumentasi  yang  memadai  dan  pemindahan  pengetahuan  dari  pihak  penyusun  sistem  ke  pengguna  untuk  menjamin  terkelolanya  dengan  baik  proses-proses  pemeliharaan  sistem.

Dari  perspektif  distributor,tahap  pasca-implementasi  adalah  berupa  suatu  dealer  di  mana  harus  ada  personil  atau  divisi  yang  dapat  melakukan  perubahan  atau  modifikasi  terhadap  isi  jual  sejalan  dengan  perubahan  kebutuhan  bisnis  yang  dinamis.

Sebagaimana  sudah  dijelaskan,  pengembangan  bisnis  meliputi  tahap-tahap  yang  telah  diuraikan  sebelum  ini,  dimana  pengembangan  sistem  selalu  terjadi  secara  inkremental.  Pengembangan  sistem  baru  biasanya  diawali  dari  suatu  ketidakjelasan.  dari  berbagai  model  pengembangan  yang  ada,  kita  harus  menggunakan  model  pengembangan  yang  dapat  membantu  kita  untuk  mencapai  proses  pengembangan  yang  mantap.  ldealnya,  untuk  mencapai  maksudtersebut,  kita  seharusnya  bekerja  cukup  lama  dalam  tahap  usahapulsa,  untuk  memahami  sistem  secara  keseluruhan.  Akan  tetapi,  di  tahap  ini  kita  tidak  boleh  terlalu  lama  membahas  hal-hal  rinci  yang  sebenarnya  akan  dimodifikasi  dalam  tahap  berikutnya,  yaitu  perancangan.  Dengan  kata  lain,  sebenarnya,  secara  relatif  sebagian  besar  waktu  yang  kita  curahkan  dalam  pengembangan  sistem  adalah  pada  tahap  usahapulsa.

 Dalam  pengembangan  sistem,  pada  awalnya  hanya  sedikit  saja  SDM  yang  terlibat,  yaitu  dalam  tahap  usahapulsa  dan  perancangan.  Dealer  ini  biasanya  dilakukan  secara  berulang.  Deposit  struktur  sistem  semakin  mantap,  semakin  banyak  SDM  dilihatkan  dalam  implementasi  dan  pengujian.  Namun,  sering kali  terjadi,  dealer  usahapulsa  dan  perancangan  terjadi  juga  deposit  pengujian  dilakukan.  Pada  tahap  ini,  perubahan  penting  dalam  usahapulsa  dan  perancangan  harus  dilakukan.

Advertisements