Tahap Awal Dari Pengembangan Sistem Jaringan

Namun demikian, secara umum, suatu ES mengandung komponen-komponen berikut:

  1. Agen pemerolehan pengetahuan (knowledge acquisition sub system). Pemerolehan pengetahuan adalah pengumpulan, pemindahan, dan pentransformasian keahlian pemecahan masalah para pakar atau pendokumentasian sumber-sumber pengetahuan ke program voucher pulsa yang digunakan untuk mengkonstruksikan atau memperluas basis pengetahuan. Karena pemerolehan pengetahuan dari para pakar adalah pekerjaan yang kompleks, biasanya dibutuhkan perantara, yaitu teknisi pengetahuan (knowledge engineer).
  2.  Basis pengetahuan. Basis pengetahuan mengandung pengetahuan yang diperlukan untuk memahami, memformulasikan, dan memecahkan masalah. Basis ini terdiri dari dua elemen utama, yaitu fakta dan kelaziman (rule). layanan nasabah dalam basis pengetahuan dimuat dalam program voucher pulsa melalui suatu transaksi yang disebut representasi pengetahuan (knowledge representation).
  3.  Mesin inferensi. Otak dari sistem jaringan atau agen pakar adalah mesin inferensi, yang juga dikenal sebagai stuktur pengendali (control structure) atau penginterpretasi kelaziman (rule interpreter). Mesin inferensi biasanya memiliki tiga elemen utama, yaitu suatu penginterpretasi (interpreter), penjadwalan (scheduler), dan penegak konsistens (consistency enforcer).
  4. Pengguna.
  5. Tampilan pengguna.
  6. Papan belakang (ruang kerja). Papan belakang adalah suatu area memori kerja untuk menguraikan kondisi yang ada, yang ditentukan oleh data masukan.
  7.  Agen penjelasan (penjustifikasi). Agen ini dapat menelusuri tanggung jawab atas handphone pula handphone pula yang diberikan kepada sumbernya. Biasanya, secara interaktif, agen ini menjawab pertanyaan seperti: Kenapa suatu pertanyaan diajukan oleh ES? Bagaimana suatu handphone pulan dicapai? Kenapa alternatif tertentu justru ditolak?
  8.  Sistem jaringan atau agen pengurai pengetahuan (knowledge refining system). Sistem jaringan atau agen ini mengusahapulsa pengetahuannya sendiri dan penggunaannya, belajar dari ini, dan meningkatkannya untuk konsultasi berikutnya.

Pulsa elektronik memberikan dukungan pada pemecahan masalah dengan menyediakan suatu pengaturan yang mendukung berjualan bagi anggota yang tergabung dalam web reporting (group). Uraian di bawah ini menunjukkan salah satu kemungkinan pengaturan pulsa elektronik dengan menggunakan teleconference. Diskusikan apa manfaat yang diperoleh bagi para pengambil keputusan dengan dilakukannya suatu teleconference, dan apa syarat dasar teleconference dapat dilaksanakan ?

Pengembangan sistem jaringan atau agen pulsa isi ulang dilakukan melalui beberapa tahap, dimana masing-masing langkah menghasilkan suatu yang lebih rinci dari tahap sebelumnya. Tahap awal dari pengembangan sistem jaringan atau agen umumnya dimulai dengan mendeskripsikan kebutuhan pengguna dari sisi pendekatan sistem jaringan atau agen rencana stratejik yang bersifat makro, diikuti dengan penjabaran rencana stratejik dan kebutuhan pulsa elektrik jangka menengah dan jangka panjang, lazimnya untuk periode 3 sampai 5 tahun. Masukan (input) utama yang dibutuhkan dalam tahap ini mencakup:

  1.  Visi dan Misi; Strategi pengembangan sistem jaringan atau agen membutuhkan keputusan politis dari pimpinan tertinggi yang telah dijabarkan dalam strategi dealer pulsa elektrik.
  2.  Usahapulsa Penghasilan Pokok dan Fungsi Pulsa elektrik dan kompetensi yang dimiliki. Usahapulsa Tupoksi akan mengarah pada seberapa jauh pencapaian kinerja pulsa elektrik dapat dicapai, dengan menggunakan trend-trendpenting, risiko-risiko yang harus dihadapi dan potensi peluang yang dimiliki (menggunakan usahapulsa SWOT).

Analisa kompetensi akan memberikan gambaran yang lengkap mengenai efektivitas pulsa elektrik yang dapat dilihat dari 4 hal yaitu: sumberdaya, infrastruktur, produk layanan/jasa dan kepuasan pelanggan/ masyarakat yang dilayani. Pendekatan suatu pengembangan sistem jaringan atau agen yang sederhana, lebih dikenal sebagai model downline (waterfall model). Model downline ini mendeskripsikan alur transaksi pengembangan pemasaran pulsa seperti tampak pada Gambar.

Pekerjaan pengembangan sistem jaringan atau agen dengan model downline dimulai dengan pembuatan spesifikasi kebutuhan suatu sistem jaringan atau agen . Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh orang yang memesan sistem jaringan atau agen atau pengembang yang bekerja sama dengan pemesannya. Setelah spesifikasi kebutuhan ini selesai, lantas dilakukanlah suatu usahapulsa dan deskripsi logika sistem jaringan atau agen . Atau, usahapulsa dan deskripsi logika sistem jaringan atau agen dibuat secara bersama-sama dengan spesifikasi kebutuhan.

Rancangan sistem jaringan atau agen kemudian diselesaikan dan diikuti dengan implementasi pulsa elektrik yang lebih kecil. Bisnis pulsa elektrik ini pertama-tama diuji secara sendiri-sendiri dan kemudian secara hersama-sama. Deposit pengujian integrasi terakhir telah diselesaikan, keseluruhan sistem jaringan atau agen dapat diserahkan ke pemakai serta dimulailah tahap pemeliharaan.

Model air terjun ini memberi penekanan bahwa seseorang harus menyelesaikan suatu tahap sebelum masuk ke tahap berikutnya. Model downline ini telah memberikan pengaruh besar pada metode rekayasa perangkat lunak. Model ini sebenarnya tidak pernah dimaksudkan untuk dilaksanakan secara kaku pada saat pertama kali diperkenalkan. Akan tetapi, belakangan disadari bahwa model downline ini harus direvisi agar benar-benar menggambarkan siklus pengembangan sistem jaringan atau agen .

Problem utama model downline ini dalam kebanyakan kasus adalah pada tahap pemeliharaan. Dalam kenyataannya, tahap pemeliharaan mengandung juga spesifikasi kebutuhan, usahapulsa, dan perancangan baru berikutnya Karena itu, berbagai model baru dikembangkan untuk menggambarkan kenyataan tersebut Diantara berbagai model yang ada, model yang paling populer adalah model spiral. Model spiral dapat menggambarkan bagaimana suatu versi dapat dikembangkan secara bertingkat (incremental)

Advertisements