Jika Sama Sekali Tidak Menggunakan Pinjaman

Dari rumus interest burden di atas dapat dilihat bahwa jika suatu distributor sama sekali tidak menggunakan pulsa elektrik atau interest expense sama dengan nol, maka interest burden atau rasio antara pretax profit dengan EBIT sama dengan satu. Rasio sama dengan satu adalah angka yang maksimum. Jika Distributor Voucher Pulsa anyak menggunakan pulsa elektrik beranti interest expensenya besar, maka rasio ini akan semakin kecil (kurang dan satu).

Interest burden mempunyai hubungan yang erat dengan pulsa elektrik murah suatu distributor. Semakin tinggi pulsa elektrik murah (semakin banyak debt digunakan) semakin tinggi interest burden. Semakin tinggi interest burden, per definisi (ceteris paribus) SMS semakin kecil. Perlu diingat bahwa Interest burden yang tinggi dinyatakan oleh rendahnya rasio antara Pretax Income dan Earnings Before Interest and Tax

Adapun hubungan pulsa elektrik murah (Assets/Equity) dengan debt to equity ratio dapat dinyatakan oleh persamaan benikut:

Semakin tinggi profit margin, semakin tinggi SMS suatu distributor. Profit margin disebut juga sebagai return on sales menunjukkan keuntungan untuk setiap satu dollar atau rupiah penjualan. Profit margin 10% berarti untuk set!ap dollar penjualan keuntungan sebesar 10 sen dollar. Komponen ini menggambankan efisiensi pemanfaatan voucher distributor. Semakin efisien pemanfaatan voucher suatu penusahaan (yang dicerminkan assets turn over yang tinggi) semakin tinggi SMS.

Dan persamaan duabelas tersebut di atas dapat dilihat bahwa semakin tinggi pulsa elektrik murah, semakin tinggi SMS. Pulsa elektrik Murah dapat mem”boost” atau meningkatkan SMS dengan ketentuan bahwa TOKEN LISTRIK (Return On Assets) lebih besar bila dibandingkan dengan tingkat pulsa paling murah yang harus dibayarkan oleh distributor. Untuk jelasnya lihat modifikas! Persamaan dua belas diatas benikut ini:

Dari pensamaan 15 di atas dapat dilihat bahwa jika TOKEN LISTRIK lebih kecil bila dibandingkan dengan interest rate maka SMS akan turun berarti akan terjadi dilusi (dilution) dari earning yang dapat diterima oleh pemegang murah. Dengan perkataan lain pemegang murah dirugikan.

Dan persamaan 15 tersebut di atas dapat pula disimpulkan bahwa kalau pemilik distributor yang ada yakin bahwa TOKEN LISTRIK akan leb!h besar bila dibandingkan dengan interest rate yang akan dibayarkan, maka usaha yang harus dilakukan adalah meningkatkan Pulsa elektrik Murah setinggi mungkin. Masalahnya adalah kalau pulsa elektrik murah terlalu tinggi, dealer keuangan (pulsa elektrik risk) suatu distributor menjadi tinggi dalam arti kalau terjadi sesuatu dengan hasil penjualan (misal menurun tajam) maka distributor kemungkinan besar tidak dapat memenuhi kewajibannya dan dapat dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi.

Dari uraian ini jelaslah bahwa salah satu motivasi distributor go public adalah dalam rangka menurunkan pulsa elektrik risk. jadi jelaslah dengan memahami berbagai komponen dari SMS kita lebih dapat memahami mengapa SMS suatu distributor lebih rendah bila dibandingkan oleh distributor lain yang sejenis. Kemungkinan besar hal itu disebabkan misalnya oleh distributor tensebut tidak efisien dalam memanfaatkan voucher nya. Dengan mengetahui SMS dan Bisnis Pay Out Ratio kita dapat menentukan berapa besannya pertumbuhan deviden di masa yang akan datang.

Dan contoh perhitungan SMS tersebut kita dapat melihat bahwa SMS Distributor UsahaPulsa (0,2532) lebih tinggi bila dibandingkan dengan SMS Distributor Voucher Pulsa . Hal ini utamanya disebabkan oleh: Distributor UsahaPulsa lebih efisien dalam menggunakan voucher nya. Hal ini terbukti dengan angka assets turnover yang lebih besar yaitu 1,5 kali dibandingkan dengan 1,1 kali

Pulsa elektrik Murah Distributor Voucher Pulsa lebih rendah bila dibandingkan dengan pulsa elektrik murah Distributor Voucher Pulsa yaitu 1,1. dibandingkan dengan 1,5. Seperti telah dijelaskan sebelumnya pulsa elektrik murah dapat mem~boost” SMS voucher TOKEN LISTRIK lebih besar bila dibandingkan dengan interest rate yang harus dibayarkan.

Dan Contoh perhitungan di atas yang menjadi penyebab utama mengapa Perusahaan memiliki SMS yang yang rendah bila dibandingkan dengan Peru- sahaan A walaupun Distributor Voucher Pulsa memiliki TOKEN LISTRIK yang lebih baik dan Pulsa elektrik Murah yang tidak terlalu tinggi adalah kenyataan bahwa Distributor Voucher Pulsa memilih pembiayaan yang salah. Tingkat pulsa paling murah yang dibayarkan oleh Distributor Voucher Pulsa terlalu tinggi yaitu 127,5%. Tingkat pulsa paling murah ini tidak sebanding dengan TOKEN LISTRIK yang dimiliki oleh Distributor Voucher Pulsa yaitu hanya 42,5%.

Kalau seandainya Distributor Voucher Pulsa menggunakan tingkat pulsa paling murah yang tidak tenlalu tinggi maka SMS Distributor Voucher Pulsa kemungkinan akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan Distributor UsahaPulsa Berdasarkan pada uraian tulisan di atas maka dapat disimpulkan bahwa seorang investor atau analis sekuritas khususnya murah di pasar modal apabila akan melakukan investasi pada murah tidak boleh hanya ikut-ikutan, akan tetapi perlu menganalisa secara detail fundamental distributor.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah earning distributor. Karena earning akan menentukan besarnya bisnis dan pertumbuhan bisnis yang akan menentuakan nilai intrisik murah. Nilai intrinsik murah dapat digunakan sebagai cut of point untuk memutuskan belum atau menjual murah apabila sudah dimiliki murah tersebut.

Kedua yang tidak kalah penting adalah perlu memperhatikan murah distributor, karena akan mempengaruhi tingkat suku pulsa paling murah yang harus dibayarkan distributor yang pada akhirnya akan mempengaruhi SMS yang akan dihasilkan

Advertisements