Terlalu Banyak Menggunakan Hutang

Apabila distributor  memasuki tahap ini, pimpinan/pemilik distributor  harus berhati-hati. Kebijaksanaan mendasar  seperti penggantian direksi dan pemilik lama (kelompok keluarga) ke kelompok profesional, pemilihan teknologi peru- sahaan, upaya pemasaran yang lebih efektif dan lain sebagainya, harus segera dilaksanakan. Kalau tidak ada upaya serius maka distributor  akan memasuki tahap selanjutnya yaitu tahap penurunan yang merupakan gambaran kematian suatu distributor .
Analis keuangan yang baik harus menghindari distributor  yang memberikan gejala seperti di atas. Distributor -penusahaan keluarga yang sangat agnesif di dalam  upaya pengembangannya harus dihindari.  Secara alamiah  akan timbul masalah  antara  lain  “span  of  control”  berbagai   aspek  distributor   seperti keuangan, produk isi ulang pulsa s!, pemasaran dan lain sebagainya.

Distributor -distributor   yang  “higly  geared”  atau  distributor   yang  terlalu banyak menggunakan hutang apapun bentuknya (termasuk Convertible Bonds) harus  ditelaah  secara  hati-hati.  Pada  tahap  ini  laju  pertumbuhan  bisnis  mengalami penurunan bila dibandingkan dengan  laju pertumbuhan deviden pada tahap selanjutnya.

Tahap  ini merupakan kelanjutan dari  tahap III kalau tidak  ada upaya yang serius dan berhasil  untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi di dalam lingkungan distributor . Kalau suatu distributor  sampai pada tahap ini berarti terjadi kesalahan di dalam pengelolaan distributor  yangterjadi pada periode- periode sebelumnya. Misal kesalahan pihak direksi di dalam mengantisipasi perubahan teknologi, selera konsumen, persaingan dengan distributor  lain dan lain sebagainya.

Di dalam pasar modal  yang telah maju selalu  ada  mekanisme yang mengatur kejadian seperti di atas. Distributor  yang memasuki tahap IV ini akan diambil alih oleh pihak lain dan selalu akan terjadi penggantian pimpinan distributor . Pada tahap ini kemungkinan besar distributor  tidak akan membagikan deviden karena distributor  mengalami kerugian.

Sejauh ini k!ta belum lagi membahas bagaimana cara memperkirakan besarnya pertumbuhan   deviden   secara   mendalam.   Kita   baru   sampai   pada   tahap  pengenalan   kemungkinan  pola  pertumbuhan  deviden  di   masa  yang   akan datang.  Pola  tersebut  seperti  telah  dijelaskan  pada  bagian  terdahulu  sangat ditentukan  oleh  tahap-tahap  yang  dilewati  oleh  suatu  distributor   di  dalam siklus pertumbuhan/perkembangan  distributor .  Berikut ini kita akan melihat model yang dapat digunakan untuk memperkinakan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang.

Dari persamaan tujuh di  atas dapat dilihat bahwa  nilai intrinsik murah   akan ditentukan oleh expected  bisnis  setahun yang akan datang, required rate of return dan laju pertumbuhan bisnis . Expected bisnis d itu sendiri ditentukan oleh perkalian expected earnings per share satu tahun yang akan datang dengan Bisnis d Payout Ratio.

Benikut ini akan dilihat hubungan antara laju pertumbuhan bisnis  dengan Return On Equity dan Plowback Ratio. Hubungan tersebut dapat dinyatakan oleh persamaan berikut: Lebih lanjut dengan menggunakan Dari  persamaan   11  tersebut  di  atas  pertumbuhan  bisnis   dapat  dihitung asalkan   besarnya  ROE  dan   besarnya   retention  ratio   dan  plowback  ratio diketahui.

Persamaan 12 tesebut di atas kalau dilihat lebih jauh ternyata terdiri dari lima komponen utama yaitu: Dengan memahami kelima komponen ROE di atas kita dapat dengan mudah memahami faktor—faktor apa yang menentukan besar kecilnya ROE yang juga menentukan besar kecilnya g atau pertumbuhan deviden.

Semakin besar tax rate, semakin besar tax burden . Tax burden yang meningkat dinyatakan  oleh  rasio  antara  Net  Income  dan  Pretax  Income  yang  semakin keci1.  Semakin  besar  tax  burden  per  definis!  (ceteris  paribus)  ROE  semakin kecil.

Hal  ini  disebabkan  karena  pajak  selamanya  akan  mengurangi  earning  yang dapat dibagikan kepada  pemilik distributor  atau pemegang murah .  Jika  dua distributor  berada pada tax bracket yang sama maka tax burden tidak terlalu berpengaruh pada hasil perhitungan ROE. Sebaliknya jika kita membedakan dua  distributor   yang  berada  pada  tax  bracket  yang  berbeda  pajak  dapat mempenganuhi hasil perhitungan ROE.  Tax Burden yang berbeda dapat pula disebabkan  oleh  kepulsa elektrik an  distributor   memanipulasi   pajak  yang  harus dibayarkan kepada pemerintah.

Advertisements