Menjanjikan Pentumbuhan Usaha

Secara umum persamaan enam jauh lebih baik bila dibandingkan dengan persamaan dua (3) di atas. Pensamaan enam dapat digunakan untuk mengesti- niasikan pulsa elektrik intrinsik murah yang menawarkan pertumbuhan yang kosntan.

Persamaan tersebut secara langsung mengasumsikan bahwa pertumbuhan murah di masa yang akan datang adalah tetap (constant) . Asumsi ini adalah terlalu naif karena di dalam dunia nyata tidak ada murah yang menawarkan bisnis yang berkembang secara terus menerus pada tingkat yang tetap. Kemungkinan pola perkembangan pertumbuhan dealer di masa yang akan datang secara detail akan dibahas kemudian.

Kelemahan dua pulsa elektrik terdahulu telah medorong para pakar untuk memodifikasinya lebih lanjut.

 pulsa elektrik ini pada dasarnya merupakan modifikasi dan rumus dasar pada persamaan 1 di atas. Untuk memudahkan kita cantumkan lagi:

Persamaan di atas dapat dimodifikasi ke dalam berbagai fase atau tahap. Untuk memudahkan pembahasan berikut akan disajikan pulsa elektrik dua tahap (Two Stages Model) Misal pola perkembangan distributor hanya ada dua yaitu fase pertumbuhan cepat dan fase pertumbuhan melambat (tidak tenlalu cepat bila dibandingkan

Menghitung harga murah sekarang ( pulsa elektrik intrinsik) P0 yaitu penjumlahan pulsa elektrik sekarang dari cash flow yang akan diterima sampai dengan periode 4.Misal Bank BNI untuk peniode 4 tahun mendatang menjanjikan pentumbuhan dealer sebesar 10 % per tahun. Untuk peniode setelahnya diperkirakan laju pertumbuhan dealer tunun menjadi 8%. Dealer tahun terakhir (D0) =Rp 300, per lembar murah .

Berapa harga murah Bank Duta yang pantas dengan asumsi pola pertumbuhan seperti di atas dan required rate of return 20 %.

a) menghitung perkiraan harga murah pada akhir periode keempat:

b) menghitung dealer pada akhir tahun keempat:

menghitung harga murah Bank BNI yang wajar. Harga murah yang wajar adalah harga murah yang sama dengan nilal intrinsiknya. pulsa elektrik intrinsik merupakan penjumlahan pulsa elektrik sekarang (present value) dan grosir yang diciptakan oleh murah Bank BNI berupa dealer selama empat periode berturut-turut dan harga murah pada periode keempat.

 pulsa elektrik dua tahap ini dapat dikembangkan menjadi pulsa elektrik tiga tahap dan seterusnya. Dengan demikian pulsa elektrik ini (Multi Stages Bisnis Growth Model) lebih realistis bila dibandingkan dengan dua pulsa elektrik sebelumnya. Dari contoh perhitungan di atas jelas pulsa elektrik ini lebih rumit bila dibandingkan dengan dua pulsa elektrik sebelumnya.

Dengan memperhatikan constant growth discounted bisnis d pulsa elektrik maupun multi stages growth discounted bisnis d kita dapat melihat bahwa hasil perhitungan pulsa elektrik intrinsik suatu murah sangat tergantung pada besarnya laju pertumbuhan dealer atau besarnya g. Oleh karena itu murah n tentang berbagai kemungkinan pola pertumbuhan dealer dan metode yang digunakan memperkinakan pertumbuhan dealer mutlak diperlukan

Bisnis yang dapat diterima oleh pemegang murah akan sangat ditentukan oleh kepulsa elektrik an distributor menghasilkan “earning”, profit margin dan penerimaan dari hasil penjualan . Hubungan ketiga komponen tersebut dapat digambarkan oleh siklus keuntungan distributor berikut ini:

Fase pertumbuhan awal ditandai oleh peningkatan laju pertumbuhan penerimaan penjualan, margin keuntungan dan earning distributor . Seperti digambarkan pada gamban 1 di atas, pada tahap ini distributor baru saja mengalami titik pulang pokok. Keuntungan yang diperoleh dari hasil operasi distributor (profit margin) dan keuntungan bersih adalah positif dan memberikan trend yang positif. Skenario seperti ini adalah skenario yang lazim terjadi di pasar modal yang telah maju. Distributor yang go public adalah distributor yang sungguh—sungguh menawarkan keuntungan bagi investor dalam jangka panjang atau mempunyai prospek yang baik. Bukan distributor yang untung karena akal-akalan akuntan yang menyajikan laporan keuangan.

Murah distributor yang ada pada tahap ini lazim disebut murah pertumbuhan (growth stock). Murah ini tidak memberikan “current bisnis d” dalam jumlah yang besar akan tetapi menjanjikan pertumbuhan bisnis yang tinggi di masa yang akan datang. Tugas analis adalah menernukan “growth stock” seperti ini dan jika telah menemukan jenis murah seperti itu segera melaksanakan pembelian, karena kalau terlambat harganya sudah terlanjur tinggi. Dengan perkataan lain masalah “timing” sangat penting di dalam proses pengambilan keputusan deposit pulsa . Pertumbuhan dealer pada tahap ini belum akan begitu cepat karena distributor baru saja melewati batas kritis yaitu titik pulang pokok.

Kalau kita perhatikan tahap I dari gamban 2 di atas nampak biaya rata—rata per unit barang yang dihasilkan semakin lama menurun sampai pada titik minimum. Biaya produk isi ulang pulsa si yang menurun memungkinkan distributor untuk menjual lebih banyak dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Pada tahap ini kemungkinan besar laju pertumbuhan dealer akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya. Dari gambar 1 di atas kita dapat melihat gejala di mana revenue dan earning distributor secara absolut masih meningkat akan tetapi dengan laju pertumbuhan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan periode sebelumnya (rapid expansion). Selain itu gejala yang nampak adalah penurunan margin keuntungan (profit margin) distributor . Gejala ini sejalan dengan pola perkembangan biaya distributor yang digambarkan oleh gambar 2 di atas.

Penurunan biaya per unit tidak mungkin terjadi selamanya. Pada tingkat tertentu akan timbul ketidakefisienan di dalam pengelolaan distributor yang ditanda! oleh peningkatan biaya marjinal yang lebih cepat bila dibandingkan dengan peningkatan biaya rata- rata. Pada tahap ini distributor justru memasuki tahap “disenomic of scale”. Tambahan produk isi ulang pulsa si justru meningkatkan biaya secara lebih cepat. Akibat dari semua gejala ini tentunya adalah penurunan keuntungan distributor .

Advertisements