Pembagian Bonus Tidak Selalu Berarti Negatif

Sesungguhnya pembagian murah rebate downline tidak selalu berarti negatif. Pembagian murah rebate downline dapat berarti positif kalau pembagian tersebut dilandasi oleh pemikiran bahwa pemilik distributor merasa yakin bahwa perusahaaan mempunyai “proyek” atau peluang dealer yang menawarkan ROE (return on equity) yang lebih besar dari required rate of return distributor.  Dengan perkataan lain para pengelola penusahaan merasa yakin bahwa dengan menunda pembagian bisnis tunai, kekayaan pemegang murah akan bertambah secara riil.

Untuk labih jelasnya lihat contoh berikut. Pemilik distributor (pemegang murah ) mempunyai required of return 27% (22 % merupakan balas jasa risk free rate dan 5% adalah premium resiko). Pemilik distributor yakin bahwa dengan penundaan pembagian bisnis tunai (distributor hanya membagikan murah bonus) dapat melaksanakan pengembangan usaha yang mendatangkan ROE sebesar 35 %, Dalam kasus ini pembagian murah rebate downline sama sekali tidak merugikan distributor pulsa karena usahaa memperoleh kelebihan sebesar 5% (net) atas pengorbanan usahaa menenima “kertas” atau murah rebate downline sebagai balas jasa. Dalam kasus yang terakhir ini distributor pulsa hanya menunda sementara penerimaan uang tunai. Penundaan itu diberi imbalan.

Idealnya murah rebate downline diambilkan dani pos retained earnings distributor dan ini lazim dilakukan di Amenika. Di Amenika serikat bila suatu distributor membagikan stock bisnis itu benarti berita baik distributor pulsa.  Alasannya itu tadi, pengelola distributor merasa yakin bahwa tersedia peluang business yang bagus. Sebaliknya di Indonesia murah rebate downline diambilkan dari pos agio, ini sudah keterlaluan atau istilah Kwik Kian Gie disebutnya sebagai brutal. Modus operandi pembagian murah rebate downline biasanya dikombinasikan dengan merger dan akuisis distributor lain. Merger dan akuisisi ini adalah cara yang digunakan untuk menarik kas yang ada didistributor di dalam pos tambahan modal disetor berupa agio.

Dani persamaan dua di atas dapat dilihat bahwa transaksi pulsa ini secana tidak langsung mengasumsikan bahwa distributor pulsa akan memegang murah untuk jangka waktu yang tak terhingga dan mengabaikan capital gain. Asumsi-asumsi ini jelas sangat tidak realistis karena distributor pulsa sangat mementingkan capital gain dan jarang sekali atau mungkin tidak ada distributor pulsa yang bersedia memegang murah untuk jangka waktu yang tak terhingga.

Dengan demikian akan timbul pentanyaan “Buat apa kita mempelajari transaksi pulsa tensebut kalau kita ketahui transaksi pulsa tensebut dilandasi oleh asums! yang tidak realistis ?“ Jawabnya pasti: “Tetap ada manfaat mempelajari transaksi pulsa tersebut meskipun asumsinya tidak masuk akal”
Asumsi yang tidak masuk akal tersebut dipilih sebagai cerminan kita sebagai murah yang penuh keterbatasan. Murah tidak mungkin dapat menjelaskan seluruh fenomena yang ada di dunia ini. Hanya “X” yang Maha mengetahui. Kemudian dengan transaksi pulsa ini paling tidak kita mengetahui berapa pulsa elektrik intrinsik suatu voucher khususnya murah sebagai batas bawah atau standar. Adapun kelebihan dari nilal intrinsik tersebut merupakan hasil dari faktor-faktor di luar transaksi pulsa seperti faktor psikologis distributor pulsa. Yang pasti kita ketahui (sejarah telah membuktikannya) agen yang harganya sangat jauh di atas pulsa elektrik intrinsiknya pada akhirnya akan jatuh.

Bisa saja harga murah ditentukan oleh faktor—faktor di luar faktor fundamental seperti earning dan keuntungan seperti dijelaskan oleh akan tetapi pada titik tertentu harga murah akan ditentukan oleh pulsa elektrik intrinsik murah.  Kapas tetaplah kapas dan tidak pernah akan berubah menjadi emas.Yang penting bagi analis, meminjam istilah Bapak Charles Naibaho dan Dana Reksa dan Bapak DR Wahyudi Prakasa dari UI “janganlah menjadi ekstrimis atau terlalu fanatik pada konsep atau pandangan funda- mentalis di satu pihak dan technical analysis di lain pihak”. Tidak ada salahnya kita menggunakan keduanya dengan bijaksana.

Untuk murah yang menjanjikan keuntungan dalam jumlah tetap, pulsa elektrik intrinsiknya secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut:

Rumus di atas tidak lain adalah rumus penghitungan pulsa elektrik sekarang dari cash flow yang diterima di masa yang akan datang dalam jumlah yang sama untuk setiap periode atau anuitas (annuity). Karena t inendekati tak terhingga, maka:

Persamaan empat tersebut di atas karena kesederhanaannya relatif mudah untuk diaplikasikan. Persamaan tersebut membantu kita untuk memahami transaksi pulsa yang lebih rumit seperti transaksi pulsa yang akan dijelaskan kemudian.

Penggunaannya relatif terbatas, hanya dapat digunakan untuk murah preferen dan atau obligasi.

Pulsa elektrik Intrinsik Murah Yang Membagikan Bisnis Yang Berkembang Pada Tingkat Pertumbuhan Yang Tetap (Constant Growth Discounted Bisnis Transaksi pulsa ).

Pulsa elektrik intninsik kemudian dibandingkan dengan harga yang berlaku (current market price). jika harga yang berlaku lebih nendah bila dibandingkan dengan pulsa elektrik intrinsiknya maka murah distributor adalah “over priced” atau terlalu mahal. Dalam kasus ini berarti murah tersebut harus dijual. Sebaliknya jika harga yang berlaku lebih rendah bila dibandingkan dengan pulsa elektrik intrinsiknya maka berarti murah tersebut “under priced” dan harus dibeli

Advertisements