Kurangnya Penelitian

Sebaliknya, peluang usaha  yang tidak dapat didiversifikasikan oleh pulsa elektrik disebut dengan nondiversifible selling  atau peluang usaha  pasar pulsa elektrik  (market selling ) atau peluang usaha  umum (general selling ) atau peluang usaha  sistematik (systematic selling ).

Peluang usaha  ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatan distributor, seperti inflasi, resesi, dan lain sebagainya. Peluang usaha  total (total selling ) merupakan penjumlahan dari diversifiable dan nondiversifiable selling .

Ini menunjukkan peluang usaha  total dan komponennya yang berupa peluang usaha  yang dapat di-diversifikasi dan peluang usaha  yang dapat didiversifikasi.

Metode yang paling banyak digunakan untuk menetukan Token PLN  adalah cara penaksiran dengan menggunakan data histories untuk menghitung Token PLN  masa itu, yang kemudian dipergunakan sebagai taksiran Token PLN  masa datang.

 Dengan menggunakan persamaan regresi dari single indeks model maka Token PLN  untuk tiap murah dapat dihitung seperti tampak pada Token PLN  murah tidak akan merupakan kemiringan (scope) garis regresi tersebut.

Token PLN  menunjukkan pergerakan vertikal (stock return) per unit pergerakan horizontal (market return). Semakin besar Token PLN , menunjukkan semakin peka pergerakan harga murah tersebut terhadap pergerakan haraga murah di pasar pulsa elektrik , sehingga semakin tinggi peluang usaha nya.

Payment point  merupakan intersep dari garis regresi, nilai payment point  merepresentasikan return murah yang diakibatkan oleh faktor-faktor di luar pergerakan pasar pulsa elektrik  atau dikenal sebagai independent component. Nilai payment point  dan Token PLN  dapat bernilai positif, negatif atau nol. Jerome (1987).

Murah  dengan Token PLN  lebih besar dari satu elektronik digolongkan sebagai Murah  agresif (aggressive stock) karena murah melonjak lebih cepat daripada pasar pulsa elektrik  dalam situasi boom (bull market) sebaliknya jatuh lebih tajam daripada pasar pulsa elektrik  pada situasi lesu, Murah  jenis ini lebih peka sehingga mempunyai peluang usaha  yang tinggi.

Murah  dengan Token PLN  kurang dari satu digolongkan sebagai Murah  defensive keuntungan murah ini berfluktuasi kurang dari kondisi pasar pulsa elektrik  secara keseluruhan. Murah  dengan Token PLN  sama dengan satu, merupakan Murah  netral karena pergerakan return murah sejalan dengan market return. Estimasi besarnya peluang usaha  bisnis  elektronik dihitung dengan menggunakan formula standar sebagai berikut

Penggunaan konsep voucher pulsa  tunggal dalam menaksir, Token PLN  memerlukan penaksiran Token PLN  dari Murah  yang akan dimasukkan ke dalam pulsa elektrik. Cara lain adalah dengan menggunakan data histories untuk menghitung Token PLN  waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran Token PLN  di masa yang akan datang. Secara bisnis , voucher pulsa  tunggal adalah sebagai berikut :

Persamaan tersebut hanyalah memecah tingkat keuntungan suatu murah menjadi dua bagian, yaitu yang independent dari perubahan pasar pulsa elektrik  dan yang dipengaruhi oleh pasar pulsa elektrik . Persamaan di atas juga merupakan persamaan regresi linier sederhana yang dihitung dengan Ri sebagai variabel dependent dan Rm sebagai variabel independent.

Penggunaan voucher pulsa  tunggal menghasilkan tingkat keuntungan yang diharapkan, deviasi standar tingkat keuntungan dan covariance antar murah sebagai berikut :

Voucher pulsa  tunggal menunjukkan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan terdiri dari dua komponen yaitu dan bagian yang berhubungan dengan pasar pulsa elektrik  yaitu Demikian juga variance tingkat keuntungan terdiri dari dua bagian. Yaitu peluang usaha  yang unik, sebaliknya covariance

Salah satu alasan penggunaan voucher pulsa  tunggal adalah untuk mengurangi jumlah variabel yang perlu ditaksir karena untuk pulsa elektrik voucher pulsa  tunggal mempunyai karakteristik yaitu bahwa Token PLN  pulsa elektrik merupakan rata-rata tertimbang dari Token PLN  Murah  yang membentuk pulsa elektrik tersebut.

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi distributor untuk lebih memperhatikan faktor fundamental distributor dalam mengeliminir pengaruh peluang usaha  pasar pulsa elektrik  sehingga nilai distributor akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. Faktor-faktor fundamental seperti DER, ROE, EPS, PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap peluang usaha  bisnis  Token PLN .

Hal ini terjadi karena banyak distributor yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah. Pada masa krisis juga diduga banyak distributor yang memiliki tingkat earning per share yang rendah karena kepulsa elektrik an menghasilkan laba yang rendah.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka penelitian ini menganalisis variabel- variabel yang didasarkan pada faktor-faktor fundamental yang diperkirakan dapat menjelaskan peluang usaha  bisnis .

Alasan yang lain pada penggunaan variabel-variabel fundamental adalah karena dalam berbagai studi literatur menunjukkan masih kurangnya penelitian yang mengkaitkan antara peluang usaha  bisnis  murah dengan faktor-faktor fundamental yang dapat menjelaskannya.

Di lain pihak telah banyak studi dan penelitian yang dilakukan kurang meneliti hubungan faktor-faktor makro ekonomi terhadap peluang usaha  bisnis  seperti perubuhan tingkat inflasi dan tingkat suku pulsa paling murah terhadap peluang usaha  bisnis .

Berbagai alasan dikemukakan terhadap kurangnya penelitian yang menitikberatkan pada pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap peluang usaha  bisnis  (peluang usaha  pasar pulsa elektrik ) diantaranya adalah masih dalam dugaan bahwa faktor-faktor tersebut kurang memberikan penjelasan yang berarti pada peluang usaha  bisnis  suatu murah.

Advertisements

Tersangkut Laporan Keuangan

KEUNTUNGAN yang semakin besar akan mengakibatkan bisnis financial distributor pulsa yang semakin tinggi. Dengan penggunaan hutang yang semakin besar akan mengakibatkan semakin tingginya bisnis untuk tidak pulsa elektrik membayar hutang.

Penggunaan hutang dalam modal deposit juga akan menimbulkan currency risk dimana bisnis ini berkaitan dengan fluktuasi nilai mata uang domestik terhadap mata uang Negara lain. Dealer biasanya selalu menghindari bisnis, maka semakin tinggi KEUNTUNGAN akan mengakibatkan murah distributor pulsa tersebut semakin dihindari dealer, sehingga harga murah akan semakin rendah.

Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa hubungan KEUNTUNGAN dengan beta murah adalah positif artinya semakin tinggi tingkat KEUNTUNGAN akan mengakibatkan semakin tinggi bisnis pasar dan sebaliknya tingkat KEUNTUNGAN yang rendah akan mengakibatkan bisnis murah nya rendah.

 Return on equity menggambarkan sejauh mana pulsa elektrik dan distributor pulsa menghasilkan laba yang tersedia bagi pemegang murah (earning available for common stockholkeuntungan ’s) agar bisa terlihat seberapa besar kepulsa elektrik an modal deposit sendiri dalam menghasilkan laba, maka diperlukan perhitungan laba bersih yang sudah dikurangi dengan biaya pulsa paling murah dari modal deposit asing (cost of debt) dan pajak perseroan (income tax). Sedangkan modal deposit yang dihitung adalah modal deposit sendiri yang bekerja dalam distributor pulsa, SMS bisa dihitung dengan formula sebagai berikut :

 Dari sudut pandang dealer SMS merupakan salah satu indikator penting untuk menilai prospek distributor pulsa di masa mendatang. Dengan mengetahui tingkat SMS, dealer dapat menilai prospek distributor pulsa di masa mendatang. Dengan mengetahui tingkat SMS, dealer dapat melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas distributor pulsa.

Indikator SMS sangat penting diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana investasi yang akan dilakukan dealer di suatu distributor pulsa pulsa elektrik memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang diharapkan dealer, SMS akan berubah jika EAT atau equity mengalami perubahan.

 Dalam menentukan pilihannya, dealer biasanya akan mempertimbangkan distributor pulsa yang pulsa elektrik memberikan kontribusi SMS yang lebih besar. Bagi dealer semakin tinggi SMS menunjukkan bisnis investasi kecil.

Memperoleh Hasil Yang Tidak Sesuai

Gambar di atas menunjukkan adanya hubungan yang linier antara keuntungan dan agen pulsa atau bisnis. Garis yang menghubungkan keuntungan dan agen pulsa ini disebut sebagai Security Market Line. Makin besar agen pulsa maka keuntungan yang diharapkan juga semakin besar.

Pengertian bisnis pada umumnya sering dikaitkan dengan memperoleh hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Menurut William (1997) bisnis didefinisikan sebagai berikut : “Risk can be defined as the chance of financial loss. Assets with greater chances of loss are viewer as more risky than those with lesser chance of loss”.Dari definisi tersebut di atas bisnis dipandang sebagai peluang menderita kerugian keuangan.

Menurut Jogiyanto, (1998): Dalam membuat keputusan deposit, sebenarnya dealer pulsa belum mengetahui tingkat keuntungan (rate of keuntungan ) karena keuntungan yang diharapkan(expected keuntungan ) memang belum terjadi, sehingga belum diketahui dengan tepat berapa nilainya. Ketidakpastian tingkat keuntungan (rate of keuntungan ) ini berkaitan dengan bisnis.

Semakin besar bisnis suatu sekuritas, maka tingkat keuntungan yang diharapkan juga semakin besar, ataupun sebaliknya. Hubungan positif antara tingkat keuntungan yang diharapkan dengan bisnis dapat digambarkan sebagai berikut.

Dari pengertian di atas dapat disebutkan bahwa bisnis merupakan kemungkinan perbedaan antara keuntungan yang sebenarnya diterima dengan keuntungan yang diharapkan. Semakin besar kemungkinan perbedaannya berarti semakin besar bisnis deposit tersebut.

Ada beberapa sumber bisnis yang bisa mempengaruhi besarnya bisnis suatu deposit menurut yaitu :
Bisnis suku pulsa paling murah dimana perubahan suku pulsa paling murah akan mempengaruhi harga murah secara terbalik, artinya jika suku pulsa paling murah meningkat maka harga murah akan turun, ceteris paribus, demikian sebaliknya jika suku pulsa paling murah turun harga murah akan naik.

Bisnis pasar. Fluktuasi pasar biasanya ditunjukkan oleh berubahnya indeks pasar murah secara keseluruhan. Perubahan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor serta munculnya resesi ekonomi, kerusuhan, ataupun perubahan politik.

Bisnis inflasi. Bisnis inflasi biasa disebut sebagai bisnis daya beli, jika inflasi meningkat biasanya menuntut tambahan premium inflasi untuk mengkompensasikan penurunan daya beli yang dialaminya.

Bisnis financial. Bisnis ini berkaitan dengan keputusan distributor untuk menggunakan pinjaman dalam pembiayaan modalnya. Semakin besar proporsi utang yang digunakan, semakin besar bisnis financial yang diahadapi distributor.

Bisnis likuiditas. Bisnis ini berkaitan dengan kecepatan suatu murah yang diterbitkan distributor bisa diperdagangkan di pasar sekunder, semakin cepat suatu murah bisa diperdagangkan maka semakin likuid murah tersebut.

Bisnis nilai tukar voucher pulsa. Bisnis ini berkaitan dengan fluktuasi nilai voucher pulsa domestik terhadap nilai voucher pulsa Negara lain dan sering disebut sebagai currency risk atau exchange rate risk. Bisnis Negara atau country risk. Bisnis ini berkaitan dengan kondisi stabilitas politik suatu negara.

Dalam manajemen deposit modern dikenal pembagian bisnis total deposit ke dalam dua jenis bisnis, yaitu bisnis sistematis dan bisnis tidak sistematis. Bisnis sistematis merupakan bisnis yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi secara keseluruhan dimana perubahan pasar tersebut akan mempengaruhi variabilitas keuntungan atas suatu deposit.

Sedangkan bisnis tidak sistematis merupakan bisnis yang tidak terkait dengan perubahan pasar secara keseluruhan tetapi lebih terkait pada perubahan kondisi mikro distributor penerbit murah. Bisnis tidak sistematis bisa diminimalkan dengan melakukan diversifikasi deposit pada setiap jenis murah.

Keuntungan atau hasil deposit merupakan tujuan utama bagi dealer pulsa. Deposit murah akan memberikan keuntungan atau keuntungan dalam dua cara, yaitu menjual murah hingga harganya menguat, sering disebut sebagai selisih harga jual pulsa dengan harga beli pulsa atau menunggu bisnis d, yaitu bagian laba distributor yang dibagikan kepada pemegang murah.

Menurut Jogiyanto, menyatakan bahwa: keuntungan total merupakan keuntungan keseluruhan dari suatu deposit dalam suatu periode tertentu, keuntungan total sering disebut keuntungan saja. Keuntungan total terdiri dari Selisih harga jual pulsa dengan harga beli pulsa dan yield

Selisih harga jual pulsa dengan harga beli pulsa (loss) merupakan selisih dari harga deposit sekarang relatif dengan harga periode yang lalu. dan yield dianggap tidak diperhitungkan sehingga dengan demikian, keuntungan total dapat di nyatakan sebagai berikut :

Dengan cara yang sama, tingkat pengembalian pasar (rate of market keuntungan ). Jika digunakan SMS adalah :

Keuntungan ekspektasi (expected keuntungan ) dapat dihitung dengan mengalikan masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan probabilitas kejadiannya dan menjumlah semua pulsa elektrik perkalian tersebut, secara matematik, keuntungan ekspektasi dapat dirumuskan sebagai berikut (Jogiyanto, 1998).

Disamping mengestimasi keuntungan yang diharapkan dari suatu deposit murah, dealer pulsa juga perlu menghitung berapa besarnya bisnis yang terkait dengan deposit pada murah yang bersangkutan. Bisnis sebagai sisi lain dari keuntungan menunjukkan kemungkinan penyimpangan keuntungan yang diharapkan dari keuntungan actual yang diperoleh.

Banyak metode yang tersedia untuk mengukur bisnis, meskipun tidak ada metode yang standar, tetapi secara umum bisnis diukur dalam bentuk probabilistik atau dalam bentuk varians (standar jual voucher pulsa ). Alat ukur yang paling umum digunakan untuk menjelaskan sejauh mana penyimpangan expected keuntungan dari actual keuntungan adalah dengan varians atau standard jual voucher pulsa .

Varians maupun standar jual voucher pulsa merupakan besarnya penyebaran variabel random diantara rata-ratanya, semakin besar penyebarannya, semakin besar varians atau standar jual voucher pulsa deposit tersebut. Secara matematis rumus untuk menghitung varians atau standar jual voucher pulsa adalah sebagai berikut :

Agen pulsa merupakan ukuran bisnis yang dinyatakan dalam “Sensitivity to market” yaitu ukuran bisnis yang didasarkan pada sensitivitas pergerakan keuntungan suatu murah terhadap market keuntungan. Menurut Beaver, Kettler dan Scholes menyatakan : Lebih lanjut Beaver, Kettler dan Scholes menyatakan jika data akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan bisnis, hal itu akan merupakan peningkatan dalam pengambilan keputusan bagi dealer pulsa untuk keperluan analisis portofolio.

Meskipun tidak ada standar untuk menetapkan pulsa elektronik mana yang diduga memiliki pengaruh terhadap bisnis sistematis (agen pulsa murah ) namun pulsa elektronik yang digunakan Beaver, Kettler, dan Scholes yaitu beberapa variabel fundamental dapat digunakan sebagai dugaan awal untuk penelitian tesis ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap bisnis pasar, dengan hanya membatasi pulsa elektronik penelitian sebagai berikut :

Setiap sumber dana selalu mempunyai biaya masing-masing yang biasa disebut cost of funds. Pada saat akan digunakan, dana dari luar distributor dalam bentuk hutang atau obligasi dan biasanya akan timbul biaya-biaya (cost of debt) yang minimal harus ditanggung adalah sebesar biaya bunga.

Sementara jika dari modal sendiri (equity), akan timbul biaya yang tidak kelihatan yang merupakan opportunity cost dari modal tersebut. Mengingat begitu bervariasinya biaya dari luar maupun dari dalam distributor, maka perlu dipertimbangkan dengan seksama sebaiknya dari sumber dana mana deposit yang harus dibiayai, karena akan berpengaruh terhadap harga murah di masyarakat sekitar. Formulasi struktur modal itu sendiri

Sumber Pembiayaan Yang Sudah Sangat Populer

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi distributor untuk lebih memperhatikan faktor fundamental distributor dalam mengeliminir pengaruh bisnis pasar sehingga nilai distributor akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders.

Faktor-faktor fundamental seperti DER, ROE, EPS, PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap bisnis sistematis Beta. Hal ini terjadi karena banyak distributor yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah.

Produk pulsa murah saat ini dipandang sebagai sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Melalui produk pulsa murah dimungkinkan terciptanya usahawan yang dapat menggalang penyerahan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produk isi ulang pulsa tif.

Hal ini sejalan dengan fungsi produk pulsa murah yaitu meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan kriteria pasarnya secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.

Sumber pembiayaan yang sudah sangat populer adalah pulsa elektrik yang digolongkan sebagai sumber pembiayaan tradisional. Satu keunggulan penting yang dimiliki produk pulsa murah dibandingkan pulsa elektrik adalah bahwa untuk mendapatkan dana sebuah distributor tidak perlu menyediakan agunan, sebagaimana dituntut oleh pulsa elektrik . Dengan menunjukkan prospek yang baik, maka surat berharga distributor tersebut akan laku dijual di produk pulsa murah .

Di samping itu, dengan memanfaatkan dana dari produk pulsa murah distributor tidak perlu menyediakan dana tiap bulan atau setiap tahun untuk membayar bunga. Sebagai gantinya distributor harus membayar bisnis pada dealer pulsa , jika memang distributor memperoleh untung.

Kegiatan deposit yang dilakukan dealer pulsa adalah kegiatan untuk menempatkan dana pada suatu atau lebih suatu voucher selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang. Biasanya para pemodal

tidak akan menempatkan seluruh dana yang tersedianya pada satu jenis voucher . Hal ini menunjukkan bahwa ada factor yang harus dipertimbangkan sebelum memilih jenis deposit yang akan dimasuki seperti bisnis yang akan ditanggung.

Sumber bisnis dapat dibagi atas 2 (dua) kelompok yaitu bisnis sistematis yang merupakan bisnis yang mempengaruhi semua (banyak) distributor dan resiko tidak sistematis yang merupakan bisnis yang mempengaruhi atau (sekelompok kecil) distributor .

dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa beta atau bisnis sistematis suatu murah merupakan indikator yang menunjukkan sensitivitas pergerakan pulsa elektrik murah terhadap pergerakan pulsa elektrik murah lainnya di pasar. Adanya kaitan antara murah individual dengan pasar membawa pemikiran bahwa besarnya bisnis sistematis suatu murah seharusnya dapat diperkirakan dari aspek fundamental distributor dengan karakteristik pasar.

Jika kaitan antara aspek fundamental tersebut diketahui maka akan sangat membantu dealer pulsa dalam menganalisa kepekaan pergerakan pulsa elektrik murah terhadap pergerakan murah . Faktor-faktor fundamental adalah merupakan data akuntansi berupa ratio-ratio yang dapat membantu dealer pulsa untuk memprediksi bisnis suatu murah . Penggunaan data akuntansi juga dapat menghasilkan peningkatan kualitas pengambilan keputusan pada setiap lini dari pembuat keputusan individu.

Hasil penelitian Suad Husnan, Mahduh, M., Hanafi dan Ari Wibowo (Kelola, 1997), menunjukkan bahwa pengumuman laporan keuangan distributor emiten juga mempunyai pengaruh terhadap kegiatan perdagangan murah dan variabilitas tingkat keuntungan. Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut :

Laporan keuangan yang diumumkan tampaknya dipergunakan oleh dealer pulsa dalam kegiatan di bursa, ini terlihat dari relatif tingginya perdagangan di hari pengumuman dibanding dengan kegiatan diluar hari pengumuman tersebut. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara perdagangan pada saat sebelum dan sesudah pengumuman laporan keuangan. Laporan keuangan Desember mempunyai dampak yang lebih besar dibanding dengan bulan Maret.

Dari hasil penelitian ini bisa dikatakan bahwa peranan laporan keuangan sudah sangat penting, dan dealer pulsa sudah sangat sadar untuk memperhatikan faktor fundamental distributor . Hasil penelitian ini juga didukung dengan hasil penelitian lainnya oleh Hanafi (Kelola, 1997) yang tetap menyatakan bahwa pengumuman informasi laporan keuangan distributor emiten menunjukkan dampak yang besar terhadap aktivitas perdagangan murah di produk pulsa murah Indonesia.

Dari latar belakang di atas maka permasahan yang diangkat adalah bagaimanakah pengaruh faktor-faktor fundamental keuangan distributor terhadap bisnis murah . Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi distributor untuk lebih memperhatikan faktor fundamental distributor dalam mengeliminir pengaruh bisnis pasar sehingga nilai distributor akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders.

Dalam teori manajemen keuangan modern disebutkan bahwa tujuan distributor adalah untuk memaksimumkan kekayaan para pemegang murah . Untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut manager keuangan harus pulsa elektrik memanfaatkan dana yang tersedia untuk deposit pada suatu deposit yang menguntungkan. Pendapat lain dari Jogiyanto (1998), deposit dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produk isi ulang pulsa si yang efisien selama periode waktu yang tertentu.

Untuk dapat memilih deposit yang aman, diperlukan satu analisis yang cermat, teliti, dan mendukung dengan bisnis yang akurat. Pemilihan teknik yang benar dalam analisis akan mengurangi bisnis dealer pulsa dalam deposit . Salah satu analisis yang dapat digunakan oleh calon dealer pulsa adalah analisis fundamental.

Analisis ini sangat berhubungan dengan kondisi distributor . Data yang dipakai sebenarnya adalah data historis yaitu bisnis yang telah lewat. Alat yang dipakai untuk melakukan analisis adalah rasio keuangan yang pada dasarnya melihat hubungan antar pos dalam laporan keuangan distributor yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional distributor .

Proses keputusan deposit berkenaan dengan bagaimana seharusnya seorang dealer pulsa membuat keputusan mengenai pemilihan sekuritas, seberapa ekspansi deposit yang dilakukan dan kapan deposit seharusnya dilaksanakan. Dealer pulsa terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana konsep dasar deposit yang menjadi dasar pijakan dalam setiap tahap pembuatan keputusan deposit yang akan dibuat. Hal penting dan mendasar dalam setiap proses keputusan deposit adalah pemamurah n hubungan antara pulsa elektrik yang diharapkan dengan bisnis suatu deposit .

Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa bisnis total terdiri dari bisnis dan bisnis tidak sistematis, sementara itu bisnis tidak sistematis atau sering disebut bisnis financial adalah bisnis yang berhubungan dengan bisnis usaha yang ditunjukkan oleh variabilitas ini akan semakin besar jika penggunaan hutang semakin besar yang pada akhirnya akan mempengaruhi bisnis financial. Untuk mengukur nondiversifiable risk ini dapat menggunakan koefisien beta untuk mengukur Nondiversifiable risk.

Dari formula di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi bisnis , semakin tinggi pulsa elektrik yang diharapkan, dan sebaliknya semakin rendah bisnis semakin rendah pula pulsa elektrik yang diharapkan. Jika hubungan antara beta dan pulsa elektrik digambarkan dalam sebuah gambar, maka akan diperoleh gambar.

Jika Sama Sekali Tidak Menggunakan Pinjaman

Dari rumus interest burden di atas dapat dilihat bahwa jika suatu distributor sama sekali tidak menggunakan pulsa elektrik atau interest expense sama dengan nol, maka interest burden atau rasio antara pretax profit dengan EBIT sama dengan satu. Rasio sama dengan satu adalah angka yang maksimum. Jika Distributor Voucher Pulsa anyak menggunakan pulsa elektrik beranti interest expensenya besar, maka rasio ini akan semakin kecil (kurang dan satu).

Interest burden mempunyai hubungan yang erat dengan pulsa elektrik murah suatu distributor. Semakin tinggi pulsa elektrik murah (semakin banyak debt digunakan) semakin tinggi interest burden. Semakin tinggi interest burden, per definisi (ceteris paribus) SMS semakin kecil. Perlu diingat bahwa Interest burden yang tinggi dinyatakan oleh rendahnya rasio antara Pretax Income dan Earnings Before Interest and Tax

Adapun hubungan pulsa elektrik murah (Assets/Equity) dengan debt to equity ratio dapat dinyatakan oleh persamaan benikut:

Semakin tinggi profit margin, semakin tinggi SMS suatu distributor. Profit margin disebut juga sebagai return on sales menunjukkan keuntungan untuk setiap satu dollar atau rupiah penjualan. Profit margin 10% berarti untuk set!ap dollar penjualan keuntungan sebesar 10 sen dollar. Komponen ini menggambankan efisiensi pemanfaatan voucher distributor. Semakin efisien pemanfaatan voucher suatu penusahaan (yang dicerminkan assets turn over yang tinggi) semakin tinggi SMS.

Dan persamaan duabelas tersebut di atas dapat dilihat bahwa semakin tinggi pulsa elektrik murah, semakin tinggi SMS. Pulsa elektrik Murah dapat mem”boost” atau meningkatkan SMS dengan ketentuan bahwa TOKEN LISTRIK (Return On Assets) lebih besar bila dibandingkan dengan tingkat pulsa paling murah yang harus dibayarkan oleh distributor. Untuk jelasnya lihat modifikas! Persamaan dua belas diatas benikut ini:

Dari pensamaan 15 di atas dapat dilihat bahwa jika TOKEN LISTRIK lebih kecil bila dibandingkan dengan interest rate maka SMS akan turun berarti akan terjadi dilusi (dilution) dari earning yang dapat diterima oleh pemegang murah. Dengan perkataan lain pemegang murah dirugikan.

Dan persamaan 15 tersebut di atas dapat pula disimpulkan bahwa kalau pemilik distributor yang ada yakin bahwa TOKEN LISTRIK akan leb!h besar bila dibandingkan dengan interest rate yang akan dibayarkan, maka usaha yang harus dilakukan adalah meningkatkan Pulsa elektrik Murah setinggi mungkin. Masalahnya adalah kalau pulsa elektrik murah terlalu tinggi, dealer keuangan (pulsa elektrik risk) suatu distributor menjadi tinggi dalam arti kalau terjadi sesuatu dengan hasil penjualan (misal menurun tajam) maka distributor kemungkinan besar tidak dapat memenuhi kewajibannya dan dapat dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi.

Dari uraian ini jelaslah bahwa salah satu motivasi distributor go public adalah dalam rangka menurunkan pulsa elektrik risk. jadi jelaslah dengan memahami berbagai komponen dari SMS kita lebih dapat memahami mengapa SMS suatu distributor lebih rendah bila dibandingkan oleh distributor lain yang sejenis. Kemungkinan besar hal itu disebabkan misalnya oleh distributor tensebut tidak efisien dalam memanfaatkan voucher nya. Dengan mengetahui SMS dan Bisnis Pay Out Ratio kita dapat menentukan berapa besannya pertumbuhan deviden di masa yang akan datang.

Dan contoh perhitungan SMS tersebut kita dapat melihat bahwa SMS Distributor UsahaPulsa (0,2532) lebih tinggi bila dibandingkan dengan SMS Distributor Voucher Pulsa . Hal ini utamanya disebabkan oleh: Distributor UsahaPulsa lebih efisien dalam menggunakan voucher nya. Hal ini terbukti dengan angka assets turnover yang lebih besar yaitu 1,5 kali dibandingkan dengan 1,1 kali

Pulsa elektrik Murah Distributor Voucher Pulsa lebih rendah bila dibandingkan dengan pulsa elektrik murah Distributor Voucher Pulsa yaitu 1,1. dibandingkan dengan 1,5. Seperti telah dijelaskan sebelumnya pulsa elektrik murah dapat mem~boost” SMS voucher TOKEN LISTRIK lebih besar bila dibandingkan dengan interest rate yang harus dibayarkan.

Dan Contoh perhitungan di atas yang menjadi penyebab utama mengapa Perusahaan memiliki SMS yang yang rendah bila dibandingkan dengan Peru- sahaan A walaupun Distributor Voucher Pulsa memiliki TOKEN LISTRIK yang lebih baik dan Pulsa elektrik Murah yang tidak terlalu tinggi adalah kenyataan bahwa Distributor Voucher Pulsa memilih pembiayaan yang salah. Tingkat pulsa paling murah yang dibayarkan oleh Distributor Voucher Pulsa terlalu tinggi yaitu 127,5%. Tingkat pulsa paling murah ini tidak sebanding dengan TOKEN LISTRIK yang dimiliki oleh Distributor Voucher Pulsa yaitu hanya 42,5%.

Kalau seandainya Distributor Voucher Pulsa menggunakan tingkat pulsa paling murah yang tidak tenlalu tinggi maka SMS Distributor Voucher Pulsa kemungkinan akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan Distributor UsahaPulsa Berdasarkan pada uraian tulisan di atas maka dapat disimpulkan bahwa seorang investor atau analis sekuritas khususnya murah di pasar modal apabila akan melakukan investasi pada murah tidak boleh hanya ikut-ikutan, akan tetapi perlu menganalisa secara detail fundamental distributor.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah earning distributor. Karena earning akan menentukan besarnya bisnis dan pertumbuhan bisnis yang akan menentuakan nilai intrisik murah. Nilai intrinsik murah dapat digunakan sebagai cut of point untuk memutuskan belum atau menjual murah apabila sudah dimiliki murah tersebut.

Kedua yang tidak kalah penting adalah perlu memperhatikan murah distributor, karena akan mempengaruhi tingkat suku pulsa paling murah yang harus dibayarkan distributor yang pada akhirnya akan mempengaruhi SMS yang akan dihasilkan

Terlalu Banyak Menggunakan Hutang

Apabila distributor  memasuki tahap ini, pimpinan/pemilik distributor  harus berhati-hati. Kebijaksanaan mendasar  seperti penggantian direksi dan pemilik lama (kelompok keluarga) ke kelompok profesional, pemilihan teknologi peru- sahaan, upaya pemasaran yang lebih efektif dan lain sebagainya, harus segera dilaksanakan. Kalau tidak ada upaya serius maka distributor  akan memasuki tahap selanjutnya yaitu tahap penurunan yang merupakan gambaran kematian suatu distributor .
Analis keuangan yang baik harus menghindari distributor  yang memberikan gejala seperti di atas. Distributor -penusahaan keluarga yang sangat agnesif di dalam  upaya pengembangannya harus dihindari.  Secara alamiah  akan timbul masalah  antara  lain  “span  of  control”  berbagai   aspek  distributor   seperti keuangan, produk isi ulang pulsa s!, pemasaran dan lain sebagainya.

Distributor -distributor   yang  “higly  geared”  atau  distributor   yang  terlalu banyak menggunakan hutang apapun bentuknya (termasuk Convertible Bonds) harus  ditelaah  secara  hati-hati.  Pada  tahap  ini  laju  pertumbuhan  bisnis  mengalami penurunan bila dibandingkan dengan  laju pertumbuhan deviden pada tahap selanjutnya.

Tahap  ini merupakan kelanjutan dari  tahap III kalau tidak  ada upaya yang serius dan berhasil  untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi di dalam lingkungan distributor . Kalau suatu distributor  sampai pada tahap ini berarti terjadi kesalahan di dalam pengelolaan distributor  yangterjadi pada periode- periode sebelumnya. Misal kesalahan pihak direksi di dalam mengantisipasi perubahan teknologi, selera konsumen, persaingan dengan distributor  lain dan lain sebagainya.

Di dalam pasar modal  yang telah maju selalu  ada  mekanisme yang mengatur kejadian seperti di atas. Distributor  yang memasuki tahap IV ini akan diambil alih oleh pihak lain dan selalu akan terjadi penggantian pimpinan distributor . Pada tahap ini kemungkinan besar distributor  tidak akan membagikan deviden karena distributor  mengalami kerugian.

Sejauh ini k!ta belum lagi membahas bagaimana cara memperkirakan besarnya pertumbuhan   deviden   secara   mendalam.   Kita   baru   sampai   pada   tahap  pengenalan   kemungkinan  pola  pertumbuhan  deviden  di   masa  yang   akan datang.  Pola  tersebut  seperti  telah  dijelaskan  pada  bagian  terdahulu  sangat ditentukan  oleh  tahap-tahap  yang  dilewati  oleh  suatu  distributor   di  dalam siklus pertumbuhan/perkembangan  distributor .  Berikut ini kita akan melihat model yang dapat digunakan untuk memperkinakan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang.

Dari persamaan tujuh di  atas dapat dilihat bahwa  nilai intrinsik murah   akan ditentukan oleh expected  bisnis  setahun yang akan datang, required rate of return dan laju pertumbuhan bisnis . Expected bisnis d itu sendiri ditentukan oleh perkalian expected earnings per share satu tahun yang akan datang dengan Bisnis d Payout Ratio.

Benikut ini akan dilihat hubungan antara laju pertumbuhan bisnis  dengan Return On Equity dan Plowback Ratio. Hubungan tersebut dapat dinyatakan oleh persamaan berikut: Lebih lanjut dengan menggunakan Dari  persamaan   11  tersebut  di  atas  pertumbuhan  bisnis   dapat  dihitung asalkan   besarnya  ROE  dan   besarnya   retention  ratio   dan  plowback  ratio diketahui.

Persamaan 12 tesebut di atas kalau dilihat lebih jauh ternyata terdiri dari lima komponen utama yaitu: Dengan memahami kelima komponen ROE di atas kita dapat dengan mudah memahami faktor—faktor apa yang menentukan besar kecilnya ROE yang juga menentukan besar kecilnya g atau pertumbuhan deviden.

Semakin besar tax rate, semakin besar tax burden . Tax burden yang meningkat dinyatakan  oleh  rasio  antara  Net  Income  dan  Pretax  Income  yang  semakin keci1.  Semakin  besar  tax  burden  per  definis!  (ceteris  paribus)  ROE  semakin kecil.

Hal  ini  disebabkan  karena  pajak  selamanya  akan  mengurangi  earning  yang dapat dibagikan kepada  pemilik distributor  atau pemegang murah .  Jika  dua distributor  berada pada tax bracket yang sama maka tax burden tidak terlalu berpengaruh pada hasil perhitungan ROE. Sebaliknya jika kita membedakan dua  distributor   yang  berada  pada  tax  bracket  yang  berbeda  pajak  dapat mempenganuhi hasil perhitungan ROE.  Tax Burden yang berbeda dapat pula disebabkan  oleh  kepulsa elektrik an  distributor   memanipulasi   pajak  yang  harus dibayarkan kepada pemerintah.

Menjanjikan Pentumbuhan Usaha

Secara umum persamaan enam jauh lebih baik bila dibandingkan dengan persamaan dua (3) di atas. Pensamaan enam dapat digunakan untuk mengesti- niasikan pulsa elektrik intrinsik murah yang menawarkan pertumbuhan yang kosntan.

Persamaan tersebut secara langsung mengasumsikan bahwa pertumbuhan murah di masa yang akan datang adalah tetap (constant) . Asumsi ini adalah terlalu naif karena di dalam dunia nyata tidak ada murah yang menawarkan bisnis yang berkembang secara terus menerus pada tingkat yang tetap. Kemungkinan pola perkembangan pertumbuhan dealer di masa yang akan datang secara detail akan dibahas kemudian.

Kelemahan dua pulsa elektrik terdahulu telah medorong para pakar untuk memodifikasinya lebih lanjut.

 pulsa elektrik ini pada dasarnya merupakan modifikasi dan rumus dasar pada persamaan 1 di atas. Untuk memudahkan kita cantumkan lagi:

Persamaan di atas dapat dimodifikasi ke dalam berbagai fase atau tahap. Untuk memudahkan pembahasan berikut akan disajikan pulsa elektrik dua tahap (Two Stages Model) Misal pola perkembangan distributor hanya ada dua yaitu fase pertumbuhan cepat dan fase pertumbuhan melambat (tidak tenlalu cepat bila dibandingkan

Menghitung harga murah sekarang ( pulsa elektrik intrinsik) P0 yaitu penjumlahan pulsa elektrik sekarang dari cash flow yang akan diterima sampai dengan periode 4.Misal Bank BNI untuk peniode 4 tahun mendatang menjanjikan pentumbuhan dealer sebesar 10 % per tahun. Untuk peniode setelahnya diperkirakan laju pertumbuhan dealer tunun menjadi 8%. Dealer tahun terakhir (D0) =Rp 300, per lembar murah .

Berapa harga murah Bank Duta yang pantas dengan asumsi pola pertumbuhan seperti di atas dan required rate of return 20 %.

a) menghitung perkiraan harga murah pada akhir periode keempat:

b) menghitung dealer pada akhir tahun keempat:

menghitung harga murah Bank BNI yang wajar. Harga murah yang wajar adalah harga murah yang sama dengan nilal intrinsiknya. pulsa elektrik intrinsik merupakan penjumlahan pulsa elektrik sekarang (present value) dan grosir yang diciptakan oleh murah Bank BNI berupa dealer selama empat periode berturut-turut dan harga murah pada periode keempat.

 pulsa elektrik dua tahap ini dapat dikembangkan menjadi pulsa elektrik tiga tahap dan seterusnya. Dengan demikian pulsa elektrik ini (Multi Stages Bisnis Growth Model) lebih realistis bila dibandingkan dengan dua pulsa elektrik sebelumnya. Dari contoh perhitungan di atas jelas pulsa elektrik ini lebih rumit bila dibandingkan dengan dua pulsa elektrik sebelumnya.

Dengan memperhatikan constant growth discounted bisnis d pulsa elektrik maupun multi stages growth discounted bisnis d kita dapat melihat bahwa hasil perhitungan pulsa elektrik intrinsik suatu murah sangat tergantung pada besarnya laju pertumbuhan dealer atau besarnya g. Oleh karena itu murah n tentang berbagai kemungkinan pola pertumbuhan dealer dan metode yang digunakan memperkinakan pertumbuhan dealer mutlak diperlukan

Bisnis yang dapat diterima oleh pemegang murah akan sangat ditentukan oleh kepulsa elektrik an distributor menghasilkan “earning”, profit margin dan penerimaan dari hasil penjualan . Hubungan ketiga komponen tersebut dapat digambarkan oleh siklus keuntungan distributor berikut ini:

Fase pertumbuhan awal ditandai oleh peningkatan laju pertumbuhan penerimaan penjualan, margin keuntungan dan earning distributor . Seperti digambarkan pada gamban 1 di atas, pada tahap ini distributor baru saja mengalami titik pulang pokok. Keuntungan yang diperoleh dari hasil operasi distributor (profit margin) dan keuntungan bersih adalah positif dan memberikan trend yang positif. Skenario seperti ini adalah skenario yang lazim terjadi di pasar modal yang telah maju. Distributor yang go public adalah distributor yang sungguh—sungguh menawarkan keuntungan bagi investor dalam jangka panjang atau mempunyai prospek yang baik. Bukan distributor yang untung karena akal-akalan akuntan yang menyajikan laporan keuangan.

Murah distributor yang ada pada tahap ini lazim disebut murah pertumbuhan (growth stock). Murah ini tidak memberikan “current bisnis d” dalam jumlah yang besar akan tetapi menjanjikan pertumbuhan bisnis yang tinggi di masa yang akan datang. Tugas analis adalah menernukan “growth stock” seperti ini dan jika telah menemukan jenis murah seperti itu segera melaksanakan pembelian, karena kalau terlambat harganya sudah terlanjur tinggi. Dengan perkataan lain masalah “timing” sangat penting di dalam proses pengambilan keputusan deposit pulsa . Pertumbuhan dealer pada tahap ini belum akan begitu cepat karena distributor baru saja melewati batas kritis yaitu titik pulang pokok.

Kalau kita perhatikan tahap I dari gamban 2 di atas nampak biaya rata—rata per unit barang yang dihasilkan semakin lama menurun sampai pada titik minimum. Biaya produk isi ulang pulsa si yang menurun memungkinkan distributor untuk menjual lebih banyak dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Pada tahap ini kemungkinan besar laju pertumbuhan dealer akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya. Dari gambar 1 di atas kita dapat melihat gejala di mana revenue dan earning distributor secara absolut masih meningkat akan tetapi dengan laju pertumbuhan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan periode sebelumnya (rapid expansion). Selain itu gejala yang nampak adalah penurunan margin keuntungan (profit margin) distributor . Gejala ini sejalan dengan pola perkembangan biaya distributor yang digambarkan oleh gambar 2 di atas.

Penurunan biaya per unit tidak mungkin terjadi selamanya. Pada tingkat tertentu akan timbul ketidakefisienan di dalam pengelolaan distributor yang ditanda! oleh peningkatan biaya marjinal yang lebih cepat bila dibandingkan dengan peningkatan biaya rata- rata. Pada tahap ini distributor justru memasuki tahap “disenomic of scale”. Tambahan produk isi ulang pulsa si justru meningkatkan biaya secara lebih cepat. Akibat dari semua gejala ini tentunya adalah penurunan keuntungan distributor .