Biaya administrasi rendah

Biaya ini  dilakukan  karena  karakteristik  populasi  nasabah  bank  responden  tidak dapat diketahui dengan pasti dan nasabah diperkirakan homogen. Oleh karena itu, penulis menentukan pertimbangan yang menjadi responden adalah nasabah aktif  yang berarti nasabah melakukan  transaksi menabung minimal satu  kali dalam  satu bulan pada bank responden  dan pernah menjadi  dan atau  sedang menjadi nasabah pada pulsa elektrik tabungan bank lainnya.

Hasil pengujian validitas dengan metode analisis Korelasi Pearson yang dapat dilihat pada Tabel  1. berdasarkan aplikasi komputer Software SPSS Versi 11.5, dan  mengunakan   30  sampel  responden    pada   peubah  Kesadaran   Usaha, Asosiasi  Usaha,  Kepentingan,  Kepuasan,  dan  Penjual   menunjukkan  nilai tingkat signifikansi P lebih kecil (<) dari 0.05. Dengan demikian, alat ukur yang digunakan      dalam      pengukuran      Peluang       Usaha      dapat      diyakini kevalidannya/keakuratannya.

Hasil  uji reliabilitas dengan menggunakan metode statistik  “Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai reliabilitas  Cronbach’s Alpha  sebesar 0,9468 atau  95%.  Nilai Cronbach’s Alpha  ini masuk dalam kategori tingkat  kereliabelan sangat tinggi. Dengan  demikian,  skala   pengukuran  dikatakan  reliabel   atau  tepat  untuk digunakan pada penelitian selanjutnya.

Analisis  faktor  penentu  peluang   usaha  menggunakan  model  analisis  faktor. Hasil  Model  analisis  faktor  I  dilakukan  tampa  terjadi   reduksi   indikator menunjukkan  bahwa  angka  KMO  (Kaiser-Meyer-Olkin,)  –  MSA  (Mesure  of Sampling Adequacy) sebesar 0,874. Angka ini berarti bahwa pengukuran  atas
peubah peluang  usaha dapat diproses dan digunakan dalam model selanjutnya. Nilai  Bartlett’s Test yang dilihat pada  angka Kai Kuadrat  (Chi-Square) sebesar
10890,365 dengan signifikansi sebesar 0,000, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan.

Namun,  besaran  MSA   pada  peubah  Penjual ,  khususnya  pada  indikator Pembeli  Kebiasaan  sebagai  bagian  dari  peubah  peluang   usaha  menunjukkan nilai di bawah 0,50. Hal ini berarti perhitungan  analisis faktor I perlu diulang dengan cara menghilangkan peubah indikator “kebiasaan”.

Model analisis faktor II setelah menghilangkan peubah kebiasaan menunjukkan bahwa  nilai  KMO-  MSA  (Kaiser-Meyer-Olkin,  Measure  of  Sampling  Adequacy) sebagai  pengukuran  ketepatan  model  dapat  digunakan  sebesar  0,876.  Nilai Bartlett’sTest of Sphericity yang dilihat pada angka Kai Kuadrat sebesar 10823,739 dengan   signifikansi   sebesar   0,000   yaitu   kurang    dari    nilai    signifikansi kepercayaan 0,05,  yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan.

Nilai MSA pada Model faktor II menunjukkan bahwa masing-masing peubah peluang   usaha    memiliki  nilai  lebih  tinggi  dari  0,50.  Kemudian  nilai  faktor komponen matrik korelasi terdiri 15 faktor. Penentuan masing-masing indikator yang masuk  dalam  suatu  faktor komponen matrik  korelasi yaitu dilihat dari nilai  korelasi  matrik  terbesar  pada  masing-masing  komponen.  Namun,  nilai komponen matrik korelasi pada faktor 13 yang terdiri dari indikator KPS 6 ( Lokasi Strategis dekat dengan tempat tinggal) serta faktor 12 yang terdiri dari indikator  BA  13   (Asosiasi  Penggunaan  layanan  Auto  Debet)  dan  BA   14
(komunikasi  Pemasaran  On-Line)_memiliki  2  nilai  faktor  komponen  matrik korelasi     yang     berdekatan     hampir     sama,    maka     peneliti     mencoba menggabungkan faktor 13 nilai indikator KPS 6 ke dalam faktor 3 serta faktor 12 nilai indikator BA  13 ke dalam  faktor 4, dan nilai  indikator BA14 pada  faktor komponen 12 ke dalam faktor komponen 14. Sehingga jumlah  faktor penentu nilai peluang  usaha secara keseluruhan menjadi 14 faktor. 14 faktor ini adalah 1) Pengingatan  atas Usaha  Paling Tinggi (Top Of  Mind);   2) Pengenalan  Usaha karena Promosi Media Iklan Dalam dan Luar  Ruangan;  3)  Pengenalan Usaha Karena  Komunikasi  Pemasaran  On-Line;  4)  Asosiasi  yang  dibentuk  karena fungsi pulsa elektrik tabungan  menawarkan biaya  administrasi  rendah, suku pulsa paling murah tinggi, dan aman; 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan aman dan nyaman; 6) Asosiasi  yang terbentuk karena atribut pulsa elektrik berkesan: profesional, Layanan Simpati, dan Tanggung Jawab serta Integritas; 7) Kepuasan atas pulsa elektrik tabungan karena tawaran fasilitas teknologi on-line dan layanan oleh SDM tepat,  cepat, dan aman;  8) Kepuasan  atas tawaran fasilitas fisik  yang  melekat  pada  ruang  kantor  (Gedung  mewah,  ruang  tunggu,  dan halaman parkir luas); 9) Kepuasan Atas  Lokasi Strategis, 10) Kepuasan  atas kepastian dan ketepatan  janji sesuai  fungsi  inti pulsa elektrik berupa: suku bunga

tinggi, biaya administrasi rendah, dan hadiah undian serta hadiah
langsung menarik; 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi; 12) Kepuasan atas manfaat tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik, parkir gratis, desain kartu ATM menarik;   13) Penjual  nasabah terbentuk karena kepuasan, kesukaan, dan komitmen nasabah terhadap usaha pulsa elektrik tabungan pada  ke tiga bank responden;   serta   14)   Penjual    nasabah   terbentuk   karena   tidak   adanya perpindahan usaha, yang berarti jika ada tawaran yang menarik dari bank lain, nasabah  akan  cenderung  berpindah  walaupun  nasabah  harus  mengeluarkan biaya perpindahan atas usaha. Tabulasi hasil faktor komponen matrik korelasi terdiri  dari   14  faktor  dapat  dilihat   pada  Tabel  1.    berikut  ini.  Tabel   1 menunjukkan   bahwa   nilai   korelasi   matrik   antara   indikator   dan   faktor menunjukkan  rerata   korelasi  di   atas   50%  (0,536).  Nilai  ini  menunjukkan hubungan yang cukup erat

 

Advertisements