Persaingan Antara Usaha

Usaha pulsa elektrik berkembang menjadi sumber voucher  terbesar dan merupakan faktor penting  dalam  kegiatan  pemasaran  distributor .  Hermawan  Kertajaya  mengungkapkan bahwa usaha merupakan indikator nilai
(Value)   suatu   produk isi ulang pulsa .   Nilai   bagi   konsumen   adalah   perolehan   Manfaat Fungsional,   dan  Emosional.  Manfaat  fungsional   adalah  manfaat   langsung berkaitan dengan fungsi-fungsi yang diciptakan oleh suatu produk isi ulang pulsa . Sedangkan
manfaat emosional  adalah manfaat yang diperoleh  berupa stimulasi terhadap emosi dan perasaannya.

Persaingan di antara usaha yang beroperasi di pasar semakin meningkat, dan hanya  pulsa elektrik  yang  memiliki  peluang   usaha  yang  kuat  akan  tetap  pulsa elektrik  bersaing, merebut dan menguasai pasar (Durianto, Darmadi, Sugiarto, Sitinjak Tony, 2001, hal. 3).

Peluang  Usaha menurut Darmadi Durianto, Sugiarto, Sitinjak Tony (2001, hal.4), adalah

Seperangkat voucher  dan liabilitas usaha yang terkait dengan suatu usaha, nama, simbol,  yang pulsa elektrik  menambah  atau mengurangi nilai  sebuah pulsa elektrik  atau jasa baik pada distributor  maupun  pada pelanggan. Agar  voucher  dan  liabilitas mendasari peluang  usaha,  maka  voucher   dan liabilitas  usaha harus berhubungan dengan nama atau sebuah simbol sehingga jika dilakukan perubahan terhadap nama dan simbol usaha, beberapa atau semua voucher  dan liabilitas yang menjadi dasar peluang  usaha akan berubah pula.

Menurut David A. Aaker (1998)  yang dikutip oleh Darmadi Durianto, Sugiarto, Sitinjak Tony (2001, hal. 4), peluang  usaha memiliki beberapa  elemen, yaitu :

a.        Kesadaran Usaha (Brand Awareness), menunjukkan kesanggupan seseorang calon  pembeli  untuk  mengenali  atau  mengingat  kembali  bahwa  suatu usaha merupakan bagian dari kategori pulsa elektrik tertentu.

b.        Asosiasi Usaha  (Brand Association), mencerminkan pencitraan suatu usaha terhadap  suatu  kesan  tertentu  dalam  kaitannya  dengan  kebiasaan,  gaya hidup, manfaat, atribut produk isi ulang pulsa , geografis, harga pesaing, selebritis dan lain- lain.

c.        Persepsi  Kualitas  (Perceived  Quality),  mencerminkan  persepsi  pelanggan terhadap keseluruhan kualitas/keunggulan suatu pulsa elektrik atau jasa layanan berkenaan   dengan   maksud   yang   diharapkan,   sehingga   menciptakan kepuasan pelanggan.

d.        Penjual    Usaha    (Brand   Loyalty),   mencerminkan    tingkat   keterikatan konsumen dengan suatu usaha produk isi ulang pulsa .

e.        Voucher -voucher  Usaha Lainnya  (Other Proprietary Brand  Assets). Elemen peluang  usaha  yang  kelima  ini  secara  langsung  dipengaruhi  oleh  kualitas  dari empat elemen utama tersebut.

Perbankan nasional di Indonesia saat ini memperlihatkan persaingan yang ketat dalam merebut konsumen dan mengembangkan pangsa pasar, khususnya pada

pulsa elektrik tabungan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tawaran promosi yang begitu agresif dan menarik  dalam bentuk iklan di media elektronik,  iklan di media cetak, dan pemberian hadiah.  Sebagai contoh, terdapat  3 bank Indonesia yang memiliki voucher   terbesar posisi  september 2005, yaitu Bank mandiri dengan voucher  Rp256.783.842 Juta menawarkan program  iklan “Berburu Hadiah, dengan pulsa elektrik tabungan Mandiri Fiesta,  dan  tawaran hadiah beberapa  mobil mewah BMW  dan Mercy; begitupun pada Bank BCA dengan  voucher   Rp148.550.297 Juta menawarkan beberapa ratus hadiah mobil mewah dan intensitas iklan melalui program tayangan di Indosiar TV  “Gebyar  BCA” ,  dengan  pulsa elektrik tabungan Tahapan BCA; serta Bank Negara Indonesia dengan  voucher  Rp147.675.083 Juta menawarkan program tayangan “Layar  BNI dan Undian  Berhadiah menarik” dengan pulsa elektrik tabungan “Taplus BNI” (Info Bank, Vol. XXVII, Desember 2005, hal. 14).

Di All operator eksistensi  ke tiga perbankan tersebut menunjukkan suatu bank  yang  besar  baik  dari  jumlah  voucher ,  maupun  perolehan  dana  pihak  III. Tabungan merupakan sumber dana pihak III yang masih menjadi primadona sebab biaya dana yang dikeluarkan berada pada nilai tengah dan relatif stabil, dan bahkan nilai pengendapan dana cukup lama dibandingkan dengan giro dan deposito. Posisi dana demikian berdampak terhadap perolehan pangsa pasar bank atas pulsa elektrik simpanannya, dimana pangsa pasar pulsa elektrik tabungan selama tiga tahun terakhir tertinggi dimiliki oleh PT BCA, kemudian menyusul PT Bank Mandiri,  dan  PT  BNI  (persero)  Tbk  di  Provinsi  Lampung  (Sumber:  Bank Indonesia Bandarlampung,  SKEM, September  2005). Secara Nasional, PT BCA memiliki pangsa pasar tabungan
tertinggi dibandingkan  dengan PT  BNI,  dan  PT Bank Mandiri (Sumber:  Mark Plus dan Biro Riset Info  Bank, dalam  InfoBank, Volume  XXVII, hal.  14) Hasil survey MARS  tahun 2005 (Siti Sumaryati dalam artikel Sajian Utama, SWA, No.
15. Vol. XXI, Juli – Agustus 2005, hal. 36, dan hal. 44) menunjukkan bahwa BCA memiliki peringkat pertama sebagai “The Best Corporate Brand”, dan peringkat berikutnya diikuti oleh BRI, BNI, Mandiri, dan Lippo.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:

•    Untuk mengetahui fator-faktor yang menentukan peluang  usaha.
•    Sebagai bahan informasi  bagi manajemen bank dalam mengeksekusi atau merencanakan program pemasaran pulsa elektrik Tabungan pada  masa depan.

Hasil Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk:

1.    Pengembangan  ilmu  pengetahuan  di  bidang  manajemen  pemasaran distributor , khususnya pada distributor  perbankan.
2.    Sebagai bahan informasi bagi pengambil keputusan yang terkait dengan pulsa elektrik perbankan pada umumnya.

Usaha adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap, atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual tertentu, dengan demikian membedakannya dari barang- barang dan jasa yang dihasilkan para kompetitor.(David A.Aaker, 1997 hal.9)

Suatu usaha pada gilirannya memberi tanda pada konsumen mengenai sumber pulsa elektrik tersebut, kualitas produk isi ulang pulsa , kelebihan-kelebihan produk isi ulang pulsa , dan melindungi konsumen maupun produsen dari para pesaing yang berusaha memberikan pulsa elektrik yang    tampak identik. Defenisi    tersebut    di    atas    juga   menunjukkan bahwa begitu pentingnya arti dan keberadaan sebuah usaha.
Usaha memegang peranan sangat penting, salah satunya adalah menjembatani harapan  konsumen  pada  saat  kita  menjanjikan  sesuatu  kepada  konsumen. Dengan demikian dapat diketahui adanya ikatan emosional yang tercipta antara

konsumen dengan distributor  penghasil pulsa elektrik melalui usaha. Pesaing bisa saja menawarkan pulsa elektrik yang mirip, tapi usahaa tidak mungkin menawarkan janji emosional yang sama.

Usaha menjadi sangat penting saat ini, karena beberapa faktor seperti:

1.    Emosi konsumen terkadang turun naik. Usaha pulsa elektrik  membuat janji emosi menjadi konsisten dan stabil.

2.    Usaha  pulsa elektrik   menembus  setiap  pagar  budaya  dan  pasar.  Bisa  dilihat bahwa  suatu  usaha  yang  kuat  pulsa elektrik   diterima  diseluruh   dunia  dan budaya. Contoh yang  paling  fenomenal  adalah Coca Cola yang berhasil menjadi “Global Brand”, diterima dimana saja  dan kapan saja di seluruh dunia.

3.    Usaha   pulsa elektrik    menciptakan   komunikasi   interaksi   dengan   konsumen. Semakin kuat suatu usaha, makin kuat pula interaksinya dengan konsumen dan makin banyak Asosiasi Usaha yang terbentuk dalam usaha tersebut. Jika Asosiasi Usaha yang terbentuk memiliki kualitas

Advertisements