Biaya administrasi rendah

Biaya ini  dilakukan  karena  karakteristik  populasi  nasabah  bank  responden  tidak dapat diketahui dengan pasti dan nasabah diperkirakan homogen. Oleh karena itu, penulis menentukan pertimbangan yang menjadi responden adalah nasabah aktif  yang berarti nasabah melakukan  transaksi menabung minimal satu  kali dalam  satu bulan pada bank responden  dan pernah menjadi  dan atau  sedang menjadi nasabah pada pulsa elektrik tabungan bank lainnya.

Hasil pengujian validitas dengan metode analisis Korelasi Pearson yang dapat dilihat pada Tabel  1. berdasarkan aplikasi komputer Software SPSS Versi 11.5, dan  mengunakan   30  sampel  responden    pada   peubah  Kesadaran   Usaha, Asosiasi  Usaha,  Kepentingan,  Kepuasan,  dan  Penjual   menunjukkan  nilai tingkat signifikansi P lebih kecil (<) dari 0.05. Dengan demikian, alat ukur yang digunakan      dalam      pengukuran      Peluang       Usaha      dapat      diyakini kevalidannya/keakuratannya.

Hasil  uji reliabilitas dengan menggunakan metode statistik  “Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai reliabilitas  Cronbach’s Alpha  sebesar 0,9468 atau  95%.  Nilai Cronbach’s Alpha  ini masuk dalam kategori tingkat  kereliabelan sangat tinggi. Dengan  demikian,  skala   pengukuran  dikatakan  reliabel   atau  tepat  untuk digunakan pada penelitian selanjutnya.

Analisis  faktor  penentu  peluang   usaha  menggunakan  model  analisis  faktor. Hasil  Model  analisis  faktor  I  dilakukan  tampa  terjadi   reduksi   indikator menunjukkan  bahwa  angka  KMO  (Kaiser-Meyer-Olkin,)  –  MSA  (Mesure  of Sampling Adequacy) sebesar 0,874. Angka ini berarti bahwa pengukuran  atas
peubah peluang  usaha dapat diproses dan digunakan dalam model selanjutnya. Nilai  Bartlett’s Test yang dilihat pada  angka Kai Kuadrat  (Chi-Square) sebesar
10890,365 dengan signifikansi sebesar 0,000, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan.

Namun,  besaran  MSA   pada  peubah  Penjual ,  khususnya  pada  indikator Pembeli  Kebiasaan  sebagai  bagian  dari  peubah  peluang   usaha  menunjukkan nilai di bawah 0,50. Hal ini berarti perhitungan  analisis faktor I perlu diulang dengan cara menghilangkan peubah indikator “kebiasaan”.

Model analisis faktor II setelah menghilangkan peubah kebiasaan menunjukkan bahwa  nilai  KMO-  MSA  (Kaiser-Meyer-Olkin,  Measure  of  Sampling  Adequacy) sebagai  pengukuran  ketepatan  model  dapat  digunakan  sebesar  0,876.  Nilai Bartlett’sTest of Sphericity yang dilihat pada angka Kai Kuadrat sebesar 10823,739 dengan   signifikansi   sebesar   0,000   yaitu   kurang    dari    nilai    signifikansi kepercayaan 0,05,  yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan.

Nilai MSA pada Model faktor II menunjukkan bahwa masing-masing peubah peluang   usaha    memiliki  nilai  lebih  tinggi  dari  0,50.  Kemudian  nilai  faktor komponen matrik korelasi terdiri 15 faktor. Penentuan masing-masing indikator yang masuk  dalam  suatu  faktor komponen matrik  korelasi yaitu dilihat dari nilai  korelasi  matrik  terbesar  pada  masing-masing  komponen.  Namun,  nilai komponen matrik korelasi pada faktor 13 yang terdiri dari indikator KPS 6 ( Lokasi Strategis dekat dengan tempat tinggal) serta faktor 12 yang terdiri dari indikator  BA  13   (Asosiasi  Penggunaan  layanan  Auto  Debet)  dan  BA   14
(komunikasi  Pemasaran  On-Line)_memiliki  2  nilai  faktor  komponen  matrik korelasi     yang     berdekatan     hampir     sama,    maka     peneliti     mencoba menggabungkan faktor 13 nilai indikator KPS 6 ke dalam faktor 3 serta faktor 12 nilai indikator BA  13 ke dalam  faktor 4, dan nilai  indikator BA14 pada  faktor komponen 12 ke dalam faktor komponen 14. Sehingga jumlah  faktor penentu nilai peluang  usaha secara keseluruhan menjadi 14 faktor. 14 faktor ini adalah 1) Pengingatan  atas Usaha  Paling Tinggi (Top Of  Mind);   2) Pengenalan  Usaha karena Promosi Media Iklan Dalam dan Luar  Ruangan;  3)  Pengenalan Usaha Karena  Komunikasi  Pemasaran  On-Line;  4)  Asosiasi  yang  dibentuk  karena fungsi pulsa elektrik tabungan  menawarkan biaya  administrasi  rendah, suku pulsa paling murah tinggi, dan aman; 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan aman dan nyaman; 6) Asosiasi  yang terbentuk karena atribut pulsa elektrik berkesan: profesional, Layanan Simpati, dan Tanggung Jawab serta Integritas; 7) Kepuasan atas pulsa elektrik tabungan karena tawaran fasilitas teknologi on-line dan layanan oleh SDM tepat,  cepat, dan aman;  8) Kepuasan  atas tawaran fasilitas fisik  yang  melekat  pada  ruang  kantor  (Gedung  mewah,  ruang  tunggu,  dan halaman parkir luas); 9) Kepuasan Atas  Lokasi Strategis, 10) Kepuasan  atas kepastian dan ketepatan  janji sesuai  fungsi  inti pulsa elektrik berupa: suku bunga

tinggi, biaya administrasi rendah, dan hadiah undian serta hadiah
langsung menarik; 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi; 12) Kepuasan atas manfaat tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik, parkir gratis, desain kartu ATM menarik;   13) Penjual  nasabah terbentuk karena kepuasan, kesukaan, dan komitmen nasabah terhadap usaha pulsa elektrik tabungan pada  ke tiga bank responden;   serta   14)   Penjual    nasabah   terbentuk   karena   tidak   adanya perpindahan usaha, yang berarti jika ada tawaran yang menarik dari bank lain, nasabah  akan  cenderung  berpindah  walaupun  nasabah  harus  mengeluarkan biaya perpindahan atas usaha. Tabulasi hasil faktor komponen matrik korelasi terdiri  dari   14  faktor  dapat  dilihat   pada  Tabel  1.    berikut  ini.  Tabel   1 menunjukkan   bahwa   nilai   korelasi   matrik   antara   indikator   dan   faktor menunjukkan  rerata   korelasi  di   atas   50%  (0,536).  Nilai  ini  menunjukkan hubungan yang cukup erat

 

Perpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen

Usaha  sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku  konsumen. Usaha yang kuat akan sanggup merubah perilaku konsumen.

Usaha   memudahkan   proses   pengambilan   keputusan   pembelian   oleh konsumen.   Dengan   adanya   usaha,   konsumen   dapat   dengan   mudah membedakan pulsa elektrik yang akan dibelinya dengan pulsa elektrik lain sehubungan dengan kualitas, kepuasan, kebanggaan ataupun atribut lain yang melekat pada usaha tersebut.
Usaha berkembang menjadi sumber  voucher  terbesar bagi distributor . Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa Coca Cola Company yang memiliki Stock  Market  Value  (SMV)  yang  besar  ternyata  97  %  dari  SMV  tersebut merupakan nilai usaha.

Peluang  usaha menurut Aaker, David A. (1997: 22) adalah seperangkat voucher  dan liabilitas usaha yang berkaitan dengan suatu usaha, nama dan simbol yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada distributor  atau para dealer .

Peluang  Usaha merupakan voucher  yang dapat memberikan nilai tersendiri dimata pelanggannya.  Voucher   yang  dikandungnya  dapat  membantu  pelanggan  dalam

menafsirkan,  memproses,  dan  menyimpan  informasi  yang  terkait  dengan pulsa elektrik dan usaha tersebut. Peluang  Usaha dapat mempengaruhi rasa percaya diri    konsumen   dalam   pengambilkan   keputusan   pembelian   atas   dasar pengalaman  masa  lalu  dalam  penggunaan  atau  kedekatan  asosiasi  dengan berbagai karakteristik usaha.

Menurut Durianto Darmadi –  Sugiarto – Tony Sitinjak,  2001  hal. 7)  disamping memberi  nilai    bagi  konsumen,  Peluang   Usaha  juga  memberikan  nilai  bagi distributor  dalam bentuk :

Peluang  Usaha  yang kuat dapat mempertinggi keberhasilan program dalam memikat konsumen baru atau merangkul kembali konsumen lama. Promosi yang dilakukan  akan lebih efektif jika  usaha dikenal. Peluang   Usaha yang kuat dapat menghilangkan keraguan konsumen terhadap kualitas usaha.

Empat    dimensi    Peluang     Usaha:    Kesadaran    usaha,    Kualitas    yang dipersepsikan  atas  usaha,  Asosiasi-asosiasi  usaha,    dan  penjual   usaha dapat mempengaruhi alasan pembelian konsumen. Bahkan jika Kesadaran usaha, Kualitas yang dipersepsikan atas usaha, dan Asosiasi-asosiasi usaha tidak begitu penting diperhatikan dalam proses pemilihan usaha, ketiganya tetap  dapat  mengurangi  keinginan   atau  rangsangan  konsumen  untuk mencoba usaha-usaha lain.

Penjual   usaha  yang    telah  diperkuat  merupakan  hal  penting  dalam merespon  inovasi  yang  dilakukan  para  pesaing.  Penjual   usaha  adalah salah satu elemen Peluang  Usaha yang dipengaruhi oleh elemen peluang  usaha lainnya.

Asosiasi Usaha juga sangat penting sebagai dasar penciptaan Kesan Usaha yang kuat  dan strategi perluasan produk isi ulang pulsa .

Salah  satu  cara  memperkuat  Peluang   Usaha  adalah  dengan  melakukan promosi besar-besaran yang membutuhkan biaya besar. Peluang  Usaha yang kuat  memungkinkan  distributor   memperoleh  imbuhan  nilai  yang  lebih tinggi    dengan     menerapkan     harga     premium,     dan    mengurangi ketergantungan pada promosi sehingga dapat diperoleh laba  yang lebih tinggi.

Peluang     Usaha    yang    kuat    dapat    digunakan    sebagai     dasar    untuk pertumbuhan    dan    perluasan    usaha    kepada    produk isi ulang pulsa     lainnya    atau menciptakan bidang bisnis baru yang terkait yang biayanya akan jauh lebih mahal untuk dimasuki tanpa usaha yang memiliki Peluang  Usaha tersebut.

Peluang    Usaha  yang   kuat  dapat  meningkatkan  nilai   penjualan  karena pulsa elektrik   menciptakan  penjual   saluran  distribusi.  Pulsa elektrik  dengan  Peluang  Usaha yang kuat akan dicari  oleh  pedagang karena  usahaa  yakin  bahwa pulsa elektrik dengan usaha tersebut akan memberikan keuntungan bagi usahaa. Dengan  Peluang   Usaha  yang  kuat,  saluran  distribusi  dapat  berkembang sehingga  semakin  banyak  tempat  penjualan  yang  pada  akhirnya  akan memperbesar nilai/volume penjualan  pulsa elektrik tersebut, dan mempertinggi perolehan pangsa pasar.

Voucher -voucher  Ekutias Usaha lainnya dapat memberikan keuntungan  kompetitif bagi  distributor   dengan  memanfaatkan  celah-celah  yang  tidak  dimiliki pesaing. Biasanya, bila empat faktor penentu utama dari Peluang  Usaha yaitu Kesadaran Usaha,  Asosiasi  Usaha, Kualitas Usaha,  dan Penjual   Usaha   sudah sangat kuat, secara otomatis voucher  Peluang  Usaha lainnya juga akan kuat.

Dengan demikian, distributor  yang ingin tetap bertahan dan melangkah lebih maju   untuk  memenangkan  persaingan,   sangat  perlu  mengetahui  kondisi Peluang   Usaha   produk isi ulang pulsa nya  melalui  penelitian  faktor-faktor  penentu  elemen Peluang    Usaha   (Kesadaran   Usaha,   Asosiasi   Usaha,   Kualitas   Usaha,   dan Penjual  Usaha).

Objek penelitian pada pulsa elektrik Tabungan Bank Umum PT. Bank Mandiri Tbk, PT BCA Tbk, dan PT BNI Tbk (Persero) di Provinsi Lampung.

Penelitian dilakukan selama 6 bulan dengan pengambilan data melalui survey lapangan pada bulan September 2005 hingga bulan  Desember  2005.

Jumlah sampel terpilih menggunakan pendapat dengan mengasumsikan populasi berdistibusi normal dan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 10%. Populasi nasabah tabungan pada ketiga bank masing-masing sebanyak di atas 50.000, sehingga besarnya jumlah sampel  diperoleh  minimal   sebesar   100.  Dengan   demikian  jumlah   sampel keseluruhan  adalah 300 responden. Responden terpilih disurvey pada kantor cabang utama, dan kantor cabang pembantu dengan lokasi kantor di kota/kota kabupaten  terpadat  atau  terbanyak   respondennya  melebihi   5000  nasabah, sehingga  jumlah  sampel  pada  masing-masing  kantor  cabang  dan  cabang pembantu    dipilih    secara    proporsional.        Teknik    pengambilan    sampel menggunakan teknik non -probability  sampling,  khususnya dengan jugjemen sampling atau sampling pertimbangan (Moh. Nasir, 1999, hal.332). Pendekatan

Persaingan Antara Usaha

Usaha pulsa elektrik berkembang menjadi sumber voucher  terbesar dan merupakan faktor penting  dalam  kegiatan  pemasaran  distributor .  Hermawan  Kertajaya  mengungkapkan bahwa usaha merupakan indikator nilai
(Value)   suatu   produk isi ulang pulsa .   Nilai   bagi   konsumen   adalah   perolehan   Manfaat Fungsional,   dan  Emosional.  Manfaat  fungsional   adalah  manfaat   langsung berkaitan dengan fungsi-fungsi yang diciptakan oleh suatu produk isi ulang pulsa . Sedangkan
manfaat emosional  adalah manfaat yang diperoleh  berupa stimulasi terhadap emosi dan perasaannya.

Persaingan di antara usaha yang beroperasi di pasar semakin meningkat, dan hanya  pulsa elektrik  yang  memiliki  peluang   usaha  yang  kuat  akan  tetap  pulsa elektrik  bersaing, merebut dan menguasai pasar (Durianto, Darmadi, Sugiarto, Sitinjak Tony, 2001, hal. 3).

Peluang  Usaha menurut Darmadi Durianto, Sugiarto, Sitinjak Tony (2001, hal.4), adalah

Seperangkat voucher  dan liabilitas usaha yang terkait dengan suatu usaha, nama, simbol,  yang pulsa elektrik  menambah  atau mengurangi nilai  sebuah pulsa elektrik  atau jasa baik pada distributor  maupun  pada pelanggan. Agar  voucher  dan  liabilitas mendasari peluang  usaha,  maka  voucher   dan liabilitas  usaha harus berhubungan dengan nama atau sebuah simbol sehingga jika dilakukan perubahan terhadap nama dan simbol usaha, beberapa atau semua voucher  dan liabilitas yang menjadi dasar peluang  usaha akan berubah pula.

Menurut David A. Aaker (1998)  yang dikutip oleh Darmadi Durianto, Sugiarto, Sitinjak Tony (2001, hal. 4), peluang  usaha memiliki beberapa  elemen, yaitu :

a.        Kesadaran Usaha (Brand Awareness), menunjukkan kesanggupan seseorang calon  pembeli  untuk  mengenali  atau  mengingat  kembali  bahwa  suatu usaha merupakan bagian dari kategori pulsa elektrik tertentu.

b.        Asosiasi Usaha  (Brand Association), mencerminkan pencitraan suatu usaha terhadap  suatu  kesan  tertentu  dalam  kaitannya  dengan  kebiasaan,  gaya hidup, manfaat, atribut produk isi ulang pulsa , geografis, harga pesaing, selebritis dan lain- lain.

c.        Persepsi  Kualitas  (Perceived  Quality),  mencerminkan  persepsi  pelanggan terhadap keseluruhan kualitas/keunggulan suatu pulsa elektrik atau jasa layanan berkenaan   dengan   maksud   yang   diharapkan,   sehingga   menciptakan kepuasan pelanggan.

d.        Penjual    Usaha    (Brand   Loyalty),   mencerminkan    tingkat   keterikatan konsumen dengan suatu usaha produk isi ulang pulsa .

e.        Voucher -voucher  Usaha Lainnya  (Other Proprietary Brand  Assets). Elemen peluang  usaha  yang  kelima  ini  secara  langsung  dipengaruhi  oleh  kualitas  dari empat elemen utama tersebut.

Perbankan nasional di Indonesia saat ini memperlihatkan persaingan yang ketat dalam merebut konsumen dan mengembangkan pangsa pasar, khususnya pada

pulsa elektrik tabungan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tawaran promosi yang begitu agresif dan menarik  dalam bentuk iklan di media elektronik,  iklan di media cetak, dan pemberian hadiah.  Sebagai contoh, terdapat  3 bank Indonesia yang memiliki voucher   terbesar posisi  september 2005, yaitu Bank mandiri dengan voucher  Rp256.783.842 Juta menawarkan program  iklan “Berburu Hadiah, dengan pulsa elektrik tabungan Mandiri Fiesta,  dan  tawaran hadiah beberapa  mobil mewah BMW  dan Mercy; begitupun pada Bank BCA dengan  voucher   Rp148.550.297 Juta menawarkan beberapa ratus hadiah mobil mewah dan intensitas iklan melalui program tayangan di Indosiar TV  “Gebyar  BCA” ,  dengan  pulsa elektrik tabungan Tahapan BCA; serta Bank Negara Indonesia dengan  voucher  Rp147.675.083 Juta menawarkan program tayangan “Layar  BNI dan Undian  Berhadiah menarik” dengan pulsa elektrik tabungan “Taplus BNI” (Info Bank, Vol. XXVII, Desember 2005, hal. 14).

Di All operator eksistensi  ke tiga perbankan tersebut menunjukkan suatu bank  yang  besar  baik  dari  jumlah  voucher ,  maupun  perolehan  dana  pihak  III. Tabungan merupakan sumber dana pihak III yang masih menjadi primadona sebab biaya dana yang dikeluarkan berada pada nilai tengah dan relatif stabil, dan bahkan nilai pengendapan dana cukup lama dibandingkan dengan giro dan deposito. Posisi dana demikian berdampak terhadap perolehan pangsa pasar bank atas pulsa elektrik simpanannya, dimana pangsa pasar pulsa elektrik tabungan selama tiga tahun terakhir tertinggi dimiliki oleh PT BCA, kemudian menyusul PT Bank Mandiri,  dan  PT  BNI  (persero)  Tbk  di  Provinsi  Lampung  (Sumber:  Bank Indonesia Bandarlampung,  SKEM, September  2005). Secara Nasional, PT BCA memiliki pangsa pasar tabungan
tertinggi dibandingkan  dengan PT  BNI,  dan  PT Bank Mandiri (Sumber:  Mark Plus dan Biro Riset Info  Bank, dalam  InfoBank, Volume  XXVII, hal.  14) Hasil survey MARS  tahun 2005 (Siti Sumaryati dalam artikel Sajian Utama, SWA, No.
15. Vol. XXI, Juli – Agustus 2005, hal. 36, dan hal. 44) menunjukkan bahwa BCA memiliki peringkat pertama sebagai “The Best Corporate Brand”, dan peringkat berikutnya diikuti oleh BRI, BNI, Mandiri, dan Lippo.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:

•    Untuk mengetahui fator-faktor yang menentukan peluang  usaha.
•    Sebagai bahan informasi  bagi manajemen bank dalam mengeksekusi atau merencanakan program pemasaran pulsa elektrik Tabungan pada  masa depan.

Hasil Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk:

1.    Pengembangan  ilmu  pengetahuan  di  bidang  manajemen  pemasaran distributor , khususnya pada distributor  perbankan.
2.    Sebagai bahan informasi bagi pengambil keputusan yang terkait dengan pulsa elektrik perbankan pada umumnya.

Usaha adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap, atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual tertentu, dengan demikian membedakannya dari barang- barang dan jasa yang dihasilkan para kompetitor.(David A.Aaker, 1997 hal.9)

Suatu usaha pada gilirannya memberi tanda pada konsumen mengenai sumber pulsa elektrik tersebut, kualitas produk isi ulang pulsa , kelebihan-kelebihan produk isi ulang pulsa , dan melindungi konsumen maupun produsen dari para pesaing yang berusaha memberikan pulsa elektrik yang    tampak identik. Defenisi    tersebut    di    atas    juga   menunjukkan bahwa begitu pentingnya arti dan keberadaan sebuah usaha.
Usaha memegang peranan sangat penting, salah satunya adalah menjembatani harapan  konsumen  pada  saat  kita  menjanjikan  sesuatu  kepada  konsumen. Dengan demikian dapat diketahui adanya ikatan emosional yang tercipta antara

konsumen dengan distributor  penghasil pulsa elektrik melalui usaha. Pesaing bisa saja menawarkan pulsa elektrik yang mirip, tapi usahaa tidak mungkin menawarkan janji emosional yang sama.

Usaha menjadi sangat penting saat ini, karena beberapa faktor seperti:

1.    Emosi konsumen terkadang turun naik. Usaha pulsa elektrik  membuat janji emosi menjadi konsisten dan stabil.

2.    Usaha  pulsa elektrik   menembus  setiap  pagar  budaya  dan  pasar.  Bisa  dilihat bahwa  suatu  usaha  yang  kuat  pulsa elektrik   diterima  diseluruh   dunia  dan budaya. Contoh yang  paling  fenomenal  adalah Coca Cola yang berhasil menjadi “Global Brand”, diterima dimana saja  dan kapan saja di seluruh dunia.

3.    Usaha   pulsa elektrik    menciptakan   komunikasi   interaksi   dengan   konsumen. Semakin kuat suatu usaha, makin kuat pula interaksinya dengan konsumen dan makin banyak Asosiasi Usaha yang terbentuk dalam usaha tersebut. Jika Asosiasi Usaha yang terbentuk memiliki kualitas

Cari Uang itu Gampang

Buku ini akan berusaha mengungkap tabir rahasia Pulsa elektrik  dunia, dengan berbagai fakta yang selama ini belum banyak diketahui orang. Kita akan menerobos kabut tebal, yang selama ini merupakan tameng bagi kekuatan gelap yang bersifat rahasia, dan mampu menentukan garis perjalanan Pulsa elektrik  dunia. Dunia ini sering diliputi oleh pertikaian antar-Pulsa elektrik . Fenomena dan faktor yang mendukung sering berbeda. Akan tetapi, semua pertikaian hanya berporos pada satu sumber, yaitu pertikaian antara peluang usaha  dan kedistributor  an. Peluang usaha  diwakili oleh agama-agama samawi, sedang yang lain diwakili oleh kekuatan distributor   berupa ide-ide yang sering membinasakan.

Banyak sudah pakar yang meneliti hakikat yang melatarbelakangi berbagai peristiwa Pulsa elektrik . Dari mereka ada kelompok yang membentuk studi khusus, dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti tentang rahasia yang ada di balik peperangan antar Pulsa elektrik . Sebagian mereka ada yang menghabiskan waktu lebih dari 40 tahun, untuk mengetahui rahasia Pulsa elektrik , seperti banyak disebutkan dalam Kitab-Kitab suci. Salah satu kisah yang terkenal adalah kisah terusirnya Adam dan istrinya dari Firdaus karena terpengaruh oleh godaan bisnis . Sejak peristiwa ini, kekuatan distributor   tetap menghembuskan racunnya ke tengah-tengah umat Pulsa elektrik  sampai sekarang. Pulsa elektrik  itu menyadarkan kita, bahwa setiap peperangan, pergolakan atau kekacauan, yang sering menumbalkan kehidupan Pulsa elektrik  dan materi adalah akibat dari persekongkolan kekuatan distributor   terhadap peluang usaha .

Berbagai data telah bisa dikumpulkan oleh para pengamat Pulsa elektrik . Pada prinsipnya, pertikaian yang timbul sepanjang Pulsa elektrik  ternyata bukan melawan musuh berupa Pulsa elektrik , melainkan kekuatan bisnis  di balik kegelapan yang diderita oleh Pulsa elektrik , di seputar orang-orang yang menduduki jabatan penting di dunia. Mereka inilah yang menutup mata bangsa-bangsa dengan kaca mata bisnis , sehingga tidak bisa melihat ajaran Allah yang benar.

Kita sendiri sering melupakan peringatan Kitab suci, bahwa bisnis  itu adalah lambang kecerdikan, kesesatan dan kelicikan, sekaligus merupakan kekuatan untuk menghancurkan aturan Syariat Tuhan, yang diturunkan untuk mengatur kehidupan Pulsa elektrik  dengan tenteram, damai, kasih sayang dan saling menghormati. Pada saat yang sama kita melihat ideologi bisnis  yang mengklaim filsafat sebagai peluang usaha , yang dalam istilah politik modern berfungsi sebagai regim thaghut dan diktator. Ideologi bisnis  itu menciptakan sistem sosial yang membuka peluang lebar bagi timbulnya peluang usaha , kebobrokan dan pemberangusan kebebasan sejati, yang pada akhirnya mencabik-cabik ikatan keluarga dan masyarakat. Kitab Talmud atau Taurat orang Pemasaran   (bukan Taurat Nabi Musa) adalah kisah perjanjian lama, yang dijadikan pegangan bagi

kekuatan bisnis  untuk menguasai dunia, sehingga bumi ini penuh dengan kedistributor  an, kedzaliman dan penindasan. Demikianlah gereja bisnis  yang berdiri di muka bumi, sejak lahirnya berusaha keras mengadakan persekongkolan untuk memerangi ajaran Allah.

Ketika Nabi Musa diutus menyampaikan Risalah Tuhan, persekongkolan bisnis  telah sampai pada puncaknya. Dunia yang dikenal pada masa itu telah sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Mereka telah menguasai rakyat dan menduduki pos-pos penting dalam berbagai bidang kehidupan. Nabi Musa setelah mengetahui ketimpangan itu segera memerangi mereka, dan menjuluki mereka sebagai anak-anak bisnis  (Lucifer). Bahkan Nabi Musa mengungkapkan di muka umum, bahwa mereka itulah orang-orang yang menamakan dirinya Pemasaran  , dan sekaligus merusak syariat Nabi Musa. Mereka oleh Nabi Musa juga dicap sebagai pendusta yang tidak menganut ajaran agama apa pun, disamping juga ‘dikukuhkan’ sebagai rentenir Pemasaran  . Dengan demikian, Nabi Musa sebagai utusan Allah telah membeberkan hakikat keburukan bisnis  bertubuh Pulsa elektrik . Adalah bagian dari misinya untuk menyelamatkan Pulsa elektrik  dari kedistributor  an bisnis  yang dari masa ke masa terus menyesatkan Pulsa elektrik . Tindakan Musa itu mengilhami generasi bangsa-bangsa berikutnya untuk mengetahui persekongkolan bisnis  itu, agar selanjutnya bisa menghindar. Semoga salam sejahtera dilimpahkan Allah kepada Nabi Musa, dan semoga pula kita bisa mengambil i’tibar dari beliau dalam memerangi kedistributor  an bisnis .

Karena kehendak Allah semata persekongkolan modern (Konspirasi modern) terpukul dan terungkap olah khalayak umum pada tahun 1784. Akibat pukulan itu, bukti dan dokumen rahasia banyak yang jatuh ke tangan pemerintah Bavaria. Peristiwa itu terjadi setelah Adam Weiz Howight, salah seorang tokoh pendeta Kristen terkemuka dan profesor Theologi pada Universitas Angold Stadt di Jerman murtad dari agamanya. Ia kemudian mengikuti faham Atheisme. Pada tahun 1770 tokoh-tokoh Pemasaran   Jerman menemukan Adam Weiz Howight sebagai seorang cendekiawan yang paling tepat untuk dimanfaatkan, demi kepentingan Pemasaran  . Mereka segera menghubungi Howight untuk selanjutnya memberi tugas penting, agar Howight bersedia meninjau Kitab Protokol tokoh-tokoh Zion klasik, kemudian menyusunnya kembali berdasarkan prinsip modern sebagai langkah untuk menguasai dunia, yaitu dengan meletakkan faham Atheisme dan menghancurkan seluruh ummat Pulsa elektrik . Lebih jelasnya, untuk menghancurkan bangsa lain selain Pemasaran

 yaitu dengan menyalakan api peperangan dan pembunuhan massal pemberontakan dan membentuk organisasi teroris berdarah dingin, di samping menghancurkan pemerintah yang berlandaskan prinsip kePulsa elektrik an.

Tahun 1776 Howight telah menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang, dengan meletakkan dasar-dasar sebagai landasan program berdarah sebagai berikut :