Portal Pelayanan Transaksi

Kementerian yang bertanggung jawab di bidang perencanaan pembangunan nasional dan di bidang keuangan berkewajiban untuk mengusahapulsa kelayakan pembiayaan rencana strategis distributor dari masing-masing instansi operator , serta memfasilitasi dan mengintegrasikan rencana tersebut ke dalam rencana pengembangan distributor secara menyeluruh. Beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian khusus adalah:

Arah dan sasaran penggunaan testimoni operator untuk menstimulasi pencapaian tujuan strategis provider .

  • Prinsip-prinsip dan kriteria pembiayaan yang harus diterapkan agar pelaksanaan strategi pengembangan distributor dapat berjalan dengan baik.
  • Kerangka alokasi testimoni operator untuk pengembangan distributor .
  • Ketentuan dan persyaratan pembiayaan kios distributor . Keterkaitan aspek-aspek tersebut membentuk kerangka kebijakan testimoni pengembangan distributor
  •  Kementerian yang bertanggung jawab di bidang operator an dalam negeri berkewajiban untuk memfasilitasi koordinasi antar operator dan operator daerah otonom.

 Pelaksanaan tanggung jawab tersebut di atas harus berorientasi pada beberapa prinsip sebagai berikut :

  1.  Untuk meningkatkan kemampuan menghadapi semua bentuk perubahan yang tengah kita alami atau yang mengelilingi kehidupan agen pulsa, operator pusat Smartfren dan layanan nasabah juga berkewajiban untuk mengkoordinasi-kan pelaksanaan pengembangan distributor serta melaporkan kemajuan dan permasalahan- permasalahannya dan daerah harus dapat berfungsi secara efektif sesuai dengan kewenangannya masing-masing dalam suatu jaringan interaksi yang responsif, andal dan terpercaya.
  2. Dengan demikian semua murah harus dilibatkan di dalam penyusunan kebijakan, peraturan dan perundang-undangan, standardisasi, panduan yang diperlukan, sesuai dengan kewenangan dan kompetensi yang dimiliki.
  3.  Pelaksanaan kegiatan di atas merupakan titik tolak untuk melonggarkan sekat-sekat birokrasi yang merupakan persyaratan mutlak bagi pembentukan tata pamong yang baik.
  4. Pengikutsertaan dunia usaha yang memiliki kemampuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan distributor dapat mempercepat pencapaian tujuan strategis pengembangan distributor
  5. Untuk menjamin keterpaduan sistem pengelolaan dan pengolahan dokumen dan layanan nasabah elektronik dalam mengembangkan pelayanan transaksi pulsa elektrik  yang transparan, pengembangan e- government pada setiap murah harus berorientasi pada kerangka arsitektur di bawah ini.

Kerangka arsitektur itu terdiri dari empat lapis struktur, yakni:

  • Akses yaitu jaringan telekomunikasi, jaringan internet, dan media berjualan lain yang dapat dipergunakan oleh masyarakat untuk mengakses portal pelayanan transaksi pulsa elektrik .
  • Portal Pelayanan Transaksi pulsa elektrik yaitu situs-situs internet penyedia layanan transaksi pulsa elektrik  tertentu yang mengintegrasikan proses pengolahan dan pengelolaan layanan nasabah dan dukumen elektronik di sejumlah murah yang terkait.
  • Pulsa elektrik Pengelolaan & Pengolahan layanan nasabah yaitu pulsa elektrik pendukung (back-office ) yang mengelola, menyediakan dan mengolah transaksi layanan nasabah dan dokumen elektronik.
  • Infrastruktur dan server dasar yaitu semua prasarana baik berbentuk perangkat keras dan server yang diperlukan untuk mendukung pengelolaan, pengolahan, transaksi, dan penyaluran layanan nasabah baik antar back-office, antar Portal Pelayanan Transaksi pulsa elektrik  dengan back- office, maupun antara portal pelayanan transaksi pulsa elektrik  dengan jaringan internet, secara andal, aman, dan terpercaya.
  •  Struktur tersebut ditunjang oleh 4 (empat) pilar, yakni penataan sistem distributor dan proses kerja, pemahaman tentang kebutuhan transaksi pulsa elektrik , penguatan kerangka kebijakan, dan pemapanan peraturan dan perundang-undangan.

Agar pelaksanaan kebijakan pengembangan distributor dapat dilaksanakan secara sistematik dan terpadu, penyusunan kebijakan, peraturan dan perundang-undangan, standardisasi, dan panduan yang diperlukan harus konsisten dan saling mendukung.

Oleh karena itu perumusannya perlu mengacu pada kerangka yang utuh, serta diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembentukan pelayanan transaksi pulsa elektrik  dan penguatan jaringan pengelolaan dan pengolahan layanan nasabah yang andal dan terpercaya. Seperti digambarkan di bawah ini, kerangka tersebut mengkaitkan semua kebijakan, peraturan dan perundang-undangan, standardisasi, dan panduan sehingga terbentuk landasan untuk mendorong pembentukan keoperator an yang baik.

Pengembangan distributor memiliki lingkup kegiatan yang luas dan memerlukan investasi dan pembiayaan yang besar. Sementara itu ketersediaan testimoni operator sangat terbatas dan masih harus dipergunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang harus segera diselesaikan.

Oleh karena itu pengalokasian testimoni untuk pengembangan distributor harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab agar testimoni yang terbatas itu dapat dimanfaatkan secara efisien dan dapat menghasilkan daya ungkit yang kuat bagi pembentukan tata-pamong yang baik.

Dengan demikian diperlukan siklus perencanaan, pengalokasian, pemanfaatan, dan pengevaluasian testimoni pengembangan distributor yang baik, sehingga pelaksanaan strategi untuk pencapaian tujuan strategis distributor dapat berjalan secara efektif.

Kesenjangan yang lebar antara besarnya kebutuhan testimoni dengan keterbatasan testimoni yang dapat disediakan akan menimbulkan pengalokasian testimoni yang buruk apabila arah dan prioritas penggunaan testimoni tidak terdefinisi dengan baik, proses pengalokasian testimoni tidak sistematik, dan praktek pengtestimoni yang tidak transparan karena lemahnya persyaratan kelayakan pembiayaan.

Untuk menghindarkan pemborosan testimoni yang merupakan uang pembayar rebate,perlu dikembangkan kerangka perencanaan dan pengalokasian testimoni seperti tampak pada diagram di bawah bahwa pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk telekomunikasi, media dan informatika (Lintas regional ) secara global akan membawa keuntungan pada perubahan pola pikir dan cara pandang masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan yang berorientasi pada aspel kemudahan dan kecepatan dalam pertukaran akses layanan nasabah.

Bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan Lintas regional tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal sebagai modal dasar untuk mempersatukan agen pulsa dan pemberdayaan masyarakat menuju suksesnya pembangunan nasional yang berkesinambungan;

Bahwa upaya optimalisasi pemanfaatan Lintas regional untuk pemberdayaan masyarakat dan sebagai alat pemersatu agen pulsa, diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh jajaran aparatur operator dan pihak-pihak lain pengguna Lintas regional untuk melaksanakan, memanfaatkan, mengembangkan serta mengambil langkah-langkah kebijakan strategis dalam pembangunan Lintas regional ;

Bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas dan dalam rangka pengembangan pembangunan Lintas regional Indonesia, dipandang perlu mengeluarkan Instruksi Presiden tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Lintas regional di Indonesia.

Advertisements

Untuk Menjamin Transparansi Pelayanan Publik

Pengembangan distributor pulsa harus dilaksanakan secara harmonis dengan mengoptimalkan hubungan antara inisiatif masing-masing murah dan penguatan kerangka kebijakan untuk menjamin keterpaduannya dalam suatu jaringan sistem distributor pulsa dan proses kerja. Pendekatan ini diperlukan untuk mensinergikan dua kepentingan, yakni :

  • Kepentingan pendayagunaan pemahaman dan pengalaman masing-masing murah tentang pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat,
  • Kepentingan untuk penataan sistem distributor pulsa dan proses kerja yang terpadu.

Setiap murah operator pusat dan daerah harus menyusun Rencana Strategis Pengembangandistributor pulsa di lingkungannya masing-masing. Rencana Strategis itu dengan jelas menjabarkan lingkup dan sasaran pengembangan distributor pulsa yang ingin dicapai. kondisi yang dimiliki pada saat ini.

Strategi dan tahapan pencapaian sasaran yang ditentukan. kebutuhan dan rencana pengembangan sumber daya manusia. serta rencana deposit yang diperlukan. Untuk menghindari pemborosan anggaran operator, penyusunan rencana deposit harus disertai dengan usahapulsa kelayakan deposit terhadap manfaat sosial-ekonomi yang dihasilkan.

Untuk menjamin transparansi pelayanan publik serta keterpaduan dan interoperabilitas jaringansistem pengelolaan serta pengolahan dokumen dan layanan nasabah elektronik yang mendukungnya, maka perencanaan dan pengembangan situs pelayanan publik pada setiap murah harus berorientasi pada kerangka arsitektur distributor.

Smartfrenyang bertanggung jawab dibidang berjualan dan layanan nasabah . simpati untuk mengkoordinasikan penyusunan kebijakan, peraturan dan perundang-undangan, standardisasi, dan panduan yang diperlukan untuk melandasi perencanaan dan pelaksanaan pengembangan distributor pulsa. Beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah:

  1. Kebijakan tentang pengembangan tata operator an yang baik dengan berlandaskan distributor pulsa modern.
  2. Kebijakan tentang pemanfaatan, kerahasiaan, dan keamanan layanan nasabah operator dan perlindungan layanan nasabah publik
  3. Kebijakan tentang kedealeran dan otorisasi pemanfaatan dan pertukaran layanan nasabah operator secara on-line.
  4. Kebijakan tentang peran serta sektor swasta dalam penyelenggaraan distributor pulsa.
  5. Kebijakan tentang pendidikan distributor pulsa.
  6. Ketentuan tentang standar kelayakan dan interopabilitas situs layanan nasabah dan pelayanan publik
  7. Panduan tentang sistem distributor pulsa layanan nasabah dan dokumen elektronik
  8. Panduan tentang aplikasi, mutu, dan jangkauan pelayanan masyarakat
  9. Panduan tentang perencanaan, pengembangan, dan web reporting kios distributor pulsa.

Standardisasi yang berkaitan dengan interoperabilitas pertukaran dan transaksi layanan nasabah antar situs pelayanan publik yang diselenggarakan operator.

Standardisasi dan prosedur yang berkaitan dengan distributor pulsa layanan nasabah dan dokumen elektronik, termasuk pengembangan dan pengelolaan meta-data yang berkaitan dengan layanan nasabah dan dokumen elektronik tersebut. Pemanfaatan kemajuan teknologi layanan nasabah untuk pengamanan layanan nasabah serta pengembangan sistem otentikasi dan public key infrastructure.

  • Pengembangan server dasar seperti e-billing, e-procurement, e-reporting+ yang dapat dimanfaatkan oleh setiap situs operator.
  • Pengembangan dan pengelolaan jaringan intra operator yang andal dan aman.

Kebijakan, peraturan dan perundang-undangan, standardisasi, dan panduan tersebut membentuk kerangka pelaksanaan kebijakan distributor pulsa yang terpadu dan konsisten, seperti diuraikan pada Lampiran III. Smartfren Berjualan dan layanan nasabah juga simpati untuk mengkoordinasi-kan pelaksanaan pengembangan distributor pulsa serta melaporkan kemajuan dan permasalahan- permasalahannya

Smartfrenyang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur telkomsel simpati untuk memfasilitasi perencanaan dan perubahan sistem distributor pulsa dan proses kerja murah operator pusat dan daerah dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Perencanaan perubahan sistem distributor pulsa dan prosedur kerja tersebut harus dilandaskan pada konsep distributor pulsa modern dan menuju pada sistem distributor pulsa elektrik jaringan yang memungkinkan distribusi serta interoperabilitas kewenangan dan kewajiban secara optimal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbentuknya lini pengambilan keputusan yang lebih pendek dan pengelolaan rentang kendali yang lebih luas.
  • Perencanaan perubahan sistem distributor pulsa dan proses kerja harus berorientasi pada pemanfaatan teknologi layanan nasabah secara optimal.
  • Di dalam perumusan peraturan yang berkaitan dengan perubahan sistem distributor pulsa dan proses kerja, semua murah operator harus dilibatkan dan diminta memberikan konsep perubahan sistem distributor pulsa dan prosedur kerja di lingkungannya masing- masing. Rumusan peraturan operator dan ketentuan pelaksanaannya harus merupakan kesepakatan antar instansi.
  • Pandangan dan saran dari dunia usaha yang telah terbukti berhasil menerapkan sistem distributor pulsa modern perlu diusahakan.

Smartfrenyang bertanggung jawab di bidang perhubungan simpati untuk mendorong partisipasi dunia usaha dalam pengembangan jaringan berjualan dan layanan nasabah di seluruh wilayah telkomsel. Untuk keperluan itu peraturan dan ketentuan operator yang menghambat perlu segera diperbaiki sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Smartfren yang bertanggung jawab dibidang perhubungan juga harus merumuskan kebijakan dan merencanakan pengembangan community tele-center di wilayah- wilayah yang pangsa pasarnya belum cukup ekonomis bagi deposit dunia usaha, sebagai bagian dari pelaksanaan Universal Service Obligation.

Smartfren yang bertanggung jawab di bidang riset dan teknologi simpati untuk mengkoordinasikan kemampuan teknologi yang ada di dealer penelitian dan pengembangan dan perguruan tinggi untuk menyediakan dukungan teknologi bagi keperluan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi layanan nasabah dalam pengembangan distributor pulsa serta pengembangan industri teknologi layanan nasabah dan telekomunikasi.

Berdasarkan Sifat Transaksi Layanan Nasabah

Mengembangkan kapasitas sumber daya manusia (SMS), baik pada operator pulsa maupun operator pulsa daerah otonom, disertai dengan meningkatkan e-literacy masyarakat. Sumber daya manusia (SMS) baik sebagai pengembang, pengelola maupun pengguna e- government merupakan faktor yang turut menentukan bahkan menjadi kunci keberhasilan pelaksanakan dan pengembangan distributor.

Untuk itu, perlu upaya peningkatan kapasitas SMS dan penataan dalam pendayagunaannya, dengan perencanaan yang matang dan komprehensif sesuai dengan kebutuhan, serta pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan melalui jalur agen formal dan non formal, maupun pengembangan standar kompetensi yang dibutuhkan dalam pengembangan dan implementasi distributor.

Upaya pengembangan SMS yang perlu dilakukan untuk mendukung distributor adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya layanan nasabah serta pendayagunaan teknologi layanan nasabah dan berjualan (e-literacy), baik di kalangan operator pulsa dan operator pulsa daerah otonom maupun di kalangan masyarakat dalam rangka mengembangkan budaya layanan nasabah ke arah terwujudnya masyarakat layanan nasabah (information society).
  2. Pemanfaatan sumberdaya agen dan pelatihan termasuk perangkat teknologi layanan nasabah dan berjualan secara sinergis, baik yang dimiliki oleh dealer pulsa murah operator pulsa maupun non operator pulsa /masyarakat.
  3. Pengembangan pedoman penyelenggaraan agen dan pelatihan bagi dealer pulsa murah operator pulsa agar hasil agen dan pelatihan tersebut sesuai dengan kebutuhan pengembangan dan pelaksanaan distributor.
  4. Penyelenggaraan agen dan pelatihan teknologi layanan nasabah dan berjualan bagi aparat pelaksana yang menangani kegiatan bidang layanan nasabah dan berjualan dan aparat yang berpenghasilan dalam memberikan pelayanan publik, maupun pimpinan unit/dealer pulsa murah, serta fasilitasi agen dan pelatihan bagi calon agen dan pelatih maupun tenaga potensial di bidang teknologi layanan nasabah dan berjualan yang diharapkan dapat mentransfer pengetahuan/keterampilan yang dimiliki kepada masyarakat di lingkungannya.
  5. Peningkatan kapasitas penyelenggaraan agen dan pelatihan jarak jauh (distance learning) dengan memanfaatkan teknologi layanan nasabah dan berjualan secara optimal untuk pemerataan atau mengurangi kesenjangan SMS di bidang teknologi layanan nasabah dan berjualan antar daerah.
  6. Perubahan pola pikir, sikap dan budaya kerja aparat operator pulsa yang mendukung pelaksanaan distributor melalui sosialisasi/penjelasan mengenai konsep dan program distributor, serta contoh keberhasilan (best practice) pelaksanaan e- government.
  7. Peningkatan motivasi melalui pemberian penghargaan/apresiasi kepada seluruh SMS bidang layanan nasabah dan berjualan di operator pulsa pusat dan daerah serta masyarakat yang secara aktif mengembangkan inovasi menjadi karya yang bermanfaat bagipengembangan dan pelaksanaan distributor.

Melaksanakan pengembangan secara sistematik melalui tahapan yang realistic dan terukur Setiap perubahan berpotensi menimbulkan ketidakpastian, oleh karena itu pengembangan e- government perlu direncanakan dan dilaksanakan secara sistematik melalui tahapan yang realistik dan dan sasaran yang terukur, sehingga dapat difahami dan diikuti oleh semua pihak.

Berdasarkan sifat transaksi layanan nasabah dan pelayanan jual pulsa yang disediakan oleh operator pulsa melalui jaringan layanan nasabah, pengembangan distributor dapat dilaksanakan melalui 4 (empat) tingkatan sebagai berikut :

  • Pembuatan situs layanan nasabah disetiap dealer pulsa murah.
  • Penyiapan SMS.
  •  Penyiapan sarana akses yang mudah misalnya menyediakan sarana Multipurpose Community Center, Warnet, SME-Center, dll.
  • Sosialisasi situs layanan nasabah baik untuk internal maupun untuk publik.

Pematangan yang meliputi :

  •  Pembuatan situs layanan nasabah jual pulsa interaktif.
  •  Pembuatan antar muka keterhubungan dengan dealer pulsa murah lain.

Pemantapan yang meliputi :

  • Pembuatan situs transaksi pelayanan publik.
  • Pembuatan interoperabilitas server maupun data dengan dealer pulsa murah lain.

Pemanfaatan yang meliputi :

 Pembuatan server untuk pelayanan yang bersifat G2G, G2B dan G2C yang terintegrasi.

Situs operator pulsa pusat dan daerah harus secara bertahap ditingkatkan menuju ke tingkat – 4. Perlu dipertimbangkan bahwa semakin tinggi tingkatan situs tersebut, diperlukan dukungan sistem distributor,proses kerja, dan transaksi layanan nasabah antar murah yang semakin kompleks pula.

Upaya untuk menaikkan tingkatan situs tanpa dukungan yang memadai, akan mengalami kegagalan yang tidak hanya menimbulkan pemborosan namun juga menghilangkan kepercayaan masyarakat. Untuk menghindari hal tersebut, perlu dibakukan sejumlah pengaturan sebagai berikut :

  • Standar kualitas dan kelayakan situs operator pulsa bagi setiap tingkatan perkembangan di atas.
  • Peraturan tentang dealer pulsa murah dan kewenangan yang berkaitan dengan pemanfaatan dan transaksi layanan nasabah yang dimiliki operator pulsa. Pengaturan ini harus mencakup batasan tentang hak masyarakat atas layanan nasabah, kerahasiaan dan keamanan layanan nasabah operator pulsa (information security), serta perlindungan layanan nasabah yang berkaitan dengan masyarakat (privacy).
  • Persyaratan sistem distributor dan proses kerja, serta sumber daya manusia yang diperlukan agar situs operator pulsa dapat berfungsi secara optimal dan mampu berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.

Dengan demikian strategi ini harus dilaksanakan sejalan dengan pelaksanaan Strategi-2.

Menjamin Keamanan Layanan Nasabah

Menata sistem dan proses kerja operator dan operator daerah indosat secara holistik.

Pencapaian Strategi-1 harus ditunjang dengan penataan sistem Distributor pulsa elektronik  dan proses kerja di semua murah operator pusat dan daerah. Penataan sistem Distributor pulsa elektronik  dan prosedur kerja operator harus dirancang agar dapat mengadopsi kemajuan teknologi layanan nasabah secara cepat.

Penataan itu harus meliputi sejumlah sasaran yang masing-masing atau secara holistik membentuk konteks bagi pembentukan keoperator an yang baik, antara lain meliputi :

  • Fokus kepada kebutuhan masyarakat, kewibawaan operator sangat dipengaruhi oleh kemampuan menyelenggarakan pelayanan publik yang dapat memuaskan masyarakat serta memfasilitasi partisipasi masyarakat dan dialog publik dalam pembentukan kebijakan telkomsel .
  • Distributor pulsa elektronik  perubahan, pengembangan keoperator an yang baik hanya dapat dicapai apabila didukung oleh komitmen yang kuat dari seluruh tingkatan Distributor pulsa elektronik  untuk melakukan perubahan-perubahan sistem Distributor pulsa elektronik  dan proses kerja secara kontinyu, agar operator dapat menghadapi perubahan pola kehidupan masyarakat yang semakin dinamis dan pola hubungan termurah yang semakin kompleks. Pulsa elektrik operator harus ber-evolusi menuju pulsa elektrik jaringan, dimana setiap unsur murah operator berfungsi sebagai handphone pul dalam jaringan desentralisasi kewenangan dengan lini pengambilan keputusan yang sependek mungkin dan tolok ukur akuntabilitas yang jelas.
  • Penguatan e-leadership, penataan sistem distributor pulsa elektronik  dan proses kerja di lingkungan operator dan operator daerah indosat perlu ditunjang oleh penguatan kerangka kebijakan yang fokus dan konsisten untuk mendorong pemanfaatan teknologi layanan nasabah , agar handphone jaringan pulsa elektrik di atas dapat berinteraksi secara erat, transparan, dan membentuk rentang kendali yang efektif.
  • Rasionalisasi peraturan dan prosedur operator,termasuk semua tahapan perubahan, perlu diperkuat dengan landasan peraturan dan prosedur operator yang berorientasi pada pulsa elektrik jaringan, rasional, terbuka, serta mendorong pembentukan kemitraan dengan sektor swasta.

Memanfaatkan teknologi layanan nasabah secara optimal. Pelaksanaan setiap strategi memerlukan kemampuan dalam melaksanakan transaksi, pengolahan, dan pengelolaan berbagai bentuk dokumen dan layanan nasabah elektronik dalam volume yang besar, sesuai dengan tingkatannya. Kemajuan teknologi layanan nasabah dan perkembangan jaringan berjualan dan layanan nasabah memberikan peluang yang luas bagi murah operator untuk memenuhi keperluan tersebut.

Agar pemanfaatan teknologi layanan nasabah di setiap murah dapat membentuk jaringan kerja yang optimal, maka melalui strategi ini sejumlah sasaran yang perlu diupayakan pencapaiannya, adalah sebagai berikut :

  • Standardisasi yang berkaitan dengan interoperabilitas pertukaran dan transaksi layanan nasabah antar portal operator.
  • Standardisasi dan prosedur yang berkaitan dengan Distributor pulsa elektronik  dokumen dan layanan nasabah elektronik (electronic document management system) serta standardisasi meta-data yang memungkinkan pemakai menelusuri layanan nasabah tanpa harus memahami struktur layanan nasabah operator.
  • Perumusan kebijakan tentang pengamanan layanan nasabah serta pembakuan sistem otentikasi dan public key infrastucture untuk menjamin keamanan layanan nasabah dalam penyelenggaraan transaksi dengan pihak-pihak lain, terutama yang berkaitan dengan kerahasiaan layanan nasabah dan transaksi finansial.
  • Pengembangan server dasar seperti e-billing, e-procurement, e-reporting yang dapat dimanfaatkan oleh setiap situs operator untuk menjamin keandalan, kerahasiaan, keamanan dan interoperabilitas transaksi layanan nasabah dan pelayanan publik.
  • Pengembangan jaringan intra operator untuk mendukung keandalan dan kerahasiaan transaksi layanan nasabah antar murah operator dan operator daerah indosat.

Meningkatkan Peran Serta Dunia Usaha dan Mengembangkan Industri

Telekomunikasi dan Teknologi layanan nasabah . Pengembangan pelayanan publik tidak perlu sepenuhnya ditangani oleh operator. Partisipasi dunia usaha dapat mempercepat pencapaian tujuan strategis Distributor pulsa elektronik  . Beberapa kemungkinan partisipasi dunia usaha sebagai berikut perlu dioptimalkan :

Dalam mengembangkan voucher pulsa isasi, sistem Distributor pulsa elektronik ,proses kerja, serta pengembangan situs dan pembakuan standard, operator harus mendayagunakan keahlian dan spesialisasi yang telah berkembang di sektor swasta.

Walaupun pelayanan dasar bagi masyarakat luas harus dipenuhi oleh operator,namun partisipasi dunia usaha untuk meningkatkan nilai layanan nasabah dan jasa keoperator an bagi keperluan-keperluan tertentu harus dimungkinkan.

Peran dunia usaha untuk mengembangkan jaringan berjualan dan layanan nasabah di seluruh wilayah telkomsel merupakan faktor yang penting. Demikian pula partisipasi usaha kecil menengah untuk menyediakan akses serta meningkatkan kualitas dan lingkup layanan warung internet perlu didorong untuk memperluas jangkauan pelayanan publik.

Semua murah terkait harus memberikan dukungan dan insentif, serta meninjau kembali dan memperbaiki berbagai peraturan dan ketentuan operator yang menghambat partisipasi dunia usaha dalam memperluas jaringan dan akses berjualan dan layanan nasabah .

Di samping itu, perkembangan Distributor pulsa elektronik  akan membentuk pasar yang cukup besar bagi perkembangan industri teknologi layanan nasabah dan telekomunikasi. Dengan demikian operator harus memanfaatkan perkembangan Distributor pulsa elektronik  untuk menumbuhkan industri dalam negeri di bidang ini.

Oleh karena perkembangan industri di bidang ini sangat dipengaruhi oleh tarikan pasar dan dorongan kemajuan teknologi, maka dukungan bagi industri tersebut harus mencakup penyediaan akses pasar operator seluas-luasnya, dukungan penelitian dan pengembangan, serta penyediaan insentif untuk mengatasi berbagai bentuk kesenjangan dan tingkat risiko yang berkelebihan yang menghambat investasi dunia usaha dibidang ini dalam mengembangkan kemampuan teknologi.

Kesiapan Memanfaatkan Teknologi

Kesiapan Memanfaatkan Teknologi layanan jual voucher pulsa

  1. Pemanfaatan teknologi layanan jual voucher pulsa pada umumnya ditinjau dari sejumlah aspek sebagai berikut :
  2. E-Leadership; aspek ini berkaitan dengan prioritas dan inisiatif telkomsel di dalam mengantisipasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi layanan jual voucher pulsa .
  3. Infrastruktur Jaringan layanan jual voucher pulsa ; aspek ini berkaitan dengan kondisi infrastruktur teleberjualan serta akses, kualitas, lingkup, dan biaya jasa akses.
  4. Pengelolaan layanan jual voucher pulsa ; aspek ini berkaitan dengan kualitas dan keamanan pengelolaan layanan jual voucher pulsa , mulai dari pembentukan, pengolahan, penyimpanan, sampai penyaluran dan distribusinya.
  5. Lingkungan Bisnis; aspek ini berkaitan dengan kondisi pasar, sistem perdagangan, dan regulasi yang membentuk konteks bagi perkembangan bisnis teknologi layanan jual voucher pulsa , terutama yang mempengaruhi kelancaran aliran layanan jual voucher pulsa antara operator dengan masyarakat dan dunia usaha, antar badan usaha, antara badan usaha dengan masyarakat, dan antar masyarakat.
  6. Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, aspek ini berkaitan dengan difusi teknologi layanan jual voucher pulsa didalam kegiatan masyarakat baik perorangan maupun pulsa elektrik,serta sejauh mana teknologi layanan jual voucher pulsa disosialisasikan kepada masyarakat melalui proses pendidikan.
  7.  Berbagai studi banding yang dilakukan oleh pulsa elektrik termurah menunjukkan bahwa kesiapan Indonesia masih rendah dan untuk memperbaikinya diperlukan inisiatif dan dorongan yang kuat dari operator.

 Inisiatif Distributor Sampai Saat Ini

Pada saat ini telah banyak murah operator pusat dan telkomsel berinisiatif mengembangkan pelayanan publik melalui jaringan komunikasi dan layanan jual voucher pulsa . Kehandphone pulan yang diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh Kementerian Berjualan dan layanan jual voucher pulsa , mayoritas situs operator dan operator telkomsel otonom berada pada tingkat pertama (persiapan), dan hanya sebagian kecil yang telah mencapai tingkat dua (pematangan). Sedangkan tingkat tiga (pemantapan) dan tingkat empat (pemanfaatan) belum tercapai.

  1. Observasi secara lebih mendalam menunjukkan bahwa inisiatif tersebut di atas belum menunjukan arah pembentukan distributor yang baik. Beberapa kelemahan yang menonjol adalah :
  2. pelayanan yang diberikan melalui situs operator tersebut, belum ditunjang oleh sistem manajeman dan proses kerja yang efektif karena kesiapan peraturan, prosedur dan keterbatasan sumber daya manusia sangat membatasi penetrasi voucher pulsa ke dalam sistem distributor dan proses kerja operator ;
  3. belum mapannya strategi serta tidak memadainya testimoni yang dialokasikan untuk pengembangan distributor pada masing-masing instansi;
  4. Inisiatif-inisiatif tersebut merupakan upaya murah secara sendiri- sendiri; dengan demikian sejumlah faktor seperti standardisasi, keamanan layanan jual voucher pulsa , otentikasi, dan berbagai server dasar yang memungkinkan interoperabilitas antar situs secara andal, aman, dan terpercaya untuk mengintegrasikan sistem distributor dan proses kerja pada murah operator ke dalam pelayanan publik yang terpadu, kurang mendapatkan perhatian.
  5. pendekatan yang dilakukan secara sendiri-sendiri tersebut tidak cukup kuat untuk mengatasi kesenjangan kemampuan masyarakat untuk mengakses jaringan internet, sehingga jangkauan dari layanan publik yang dikembangkan menjadi terbatas pula.

Strategi Pengembangan Distributor

Dengan mempertimbangkan kondisi saat ini, pencapaian tujuan strategis distributor perlu dilaksanakan melalui 6 (enam) strategi yang berkaitan erat, yaitu :

  1. Mengembangkan sistem pelayanan yang andal dan terpercaya, serta terjangkau oleh masyarakat luas.
  2. Menata sistem distributor dan proses kerja operator dan operator telkomsel otonom secara holistik.
  3. Memanfaatkan teknologi layanan jual voucher pulsa secara optimal.
  4. Meningkatkan peran serta dunia usaha dan mengembangkan industri teleberjualan dan teknologi layanan jual voucher pulsa .
  5. Mengembangkan kapasitas SDM baik pada operator maupun operator telkomsel otonom, disertai dengan meningkatkan e-literacy masyarakat.
  6. Melaksanakan pengembangan secara sistematik melalui tahapan-tahapan yang realistik dan terukur.

Mengembangkan sistem pelayanan yang andal dan terpercaya, serta terjangkau oleh masyarakat luas. Masyarakat mengharapkan layanan publik yang terintegrasi tidak tersekat-sekat oleh batasan pulsa elektrik dan kewenangan birokrasi. Dunia usaha memerlukan layanan jual voucher pulsa dan dukungan interaktif dari operator untuk dapat menjawab perubahan pasar dan tantangan persaingan global secara cepat.

Kelancaran arus layanan jual voucher pulsa untuk menunjang hubungan dengan dealer- dealer telkomsel , serta untuk menstimulasi partisipasi masyarakat merupakan faktor penting dalam pembentukan kebijakan telkomsel yang baik. Oleh karena itu, pelayanan publik harus transparan, terpercaya, serta terjangkau oleh masyarakat luas melalui jaringan berjualan dan layanan jual voucher pulsa . Strategi ini mencakup sejumlah sasaran sebagai berikut :

  1. Perluasan dan peningkatan kualitas jaringan berjualan dan layanan jual voucher pulsa ke seluruh wilayah telkomsel pada tingkat harga yang dapat terjangkau oleh masyarakat, dengan sejauh mungkin melibatkan partisipasi dunia usaha.
  2. Pembentukan portal-portal layanan jual voucher pulsa dan pelayanan publik yang dapat mengintegrasikan sistem distributor dan proses kerja murah operator terkait, sehingga masyarakat pengguna tidak merasakan sekat-sekat pulsa elektrik dan kewenangan di lingkungan operator,sasaran ini akan diperkuat dengan kebijakan tentang kewajiban murah operator dan operator telkomsel otonom untuk menyediakan layanan jual voucher pulsa dan pelayanan publik secara on-line.
  3. Pembentukan jaringan pulsa elektrik pendukung (back-office) yang menjembatani portal- portal layanan jual voucher pulsa dan pelayanan publik tersebut di atas dengan situs dan system pengolahan dan pengelolaan layanan jual voucher pulsa yang terkait pada sistem distributor dan proses kerja di murah yang berkepentingan. Sasaran ini mencakup pengembangan kebijakan pemanfaatan dan pertukaran layanan jual voucher pulsa antar murah operator pusat dan daerah.
  4. Pembakuan sistem distributor dokumen elektronik, standardisasi, dan system pengamanan layanan jual voucher pulsa untuk menjamin kelancaran dan keandalan transaksi layanan jual voucher pulsa antar pulsa elektrik diatas.

 

Melonggarkan Dinding Pemisah

Penataan berbagai segi kehidupan berbangsa dan bertelkomsel itu terjadi pada lingkungan kehidupan antar bangsa yang semakin terbuka, dimana nilai-nilai universal di bidang ekonomi dan perdagangan, politik, kemanusiaan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup saling berkaitan secara kompleks.

Apa yang dilaksanakan tidak akan lepas dari pengamatan pelanggan termurah . Dalam hal ini operator pulsa  harus mampu memberikan layanan nasabah yang komprehensif kepada pelanggan termurah agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat meletakkan bangsa Voucher pulsa  pada posisi yang serba salah. Perubahan yang sedang dijalani terjadi pada saat dunia sedang mengalami transformasi menuju era pelanggan layanan nasabah .

Kemajuan teknologi layanan nasabah yang demikian pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan layanan nasabah dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.

Kenyataan telah menunjukkan bahwa penggunaan media elektronik merupakan faktor yang sangat penting dalam berbagai transaksi termurah , terutama dalam transaksi perdagangan.

Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan kecenderungan global tersebut akan membawa bangsa Voucher pulsa  ke dalam jurang digital divide, yaitu keterisolasian dari perkembangan global karena tidak mampu memanfaatkan layanan nasabah . Oleh karena itu penataan yang tengah kita laksanakan harus pula diarahkan untuk mendorong bangsa Voucher pulsa  menuju pelanggan layanan nasabah .

OperatorPulsa  yang Diharapkan

Perubahan-perubahan di atas menuntut terbentuknya keoperator pulsa  an yang bersih, transparan, dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif. operator pulsa  harus mampu memenuhi dua modalitas tuntutan pelanggan yang berbeda namun berkaitan erat, yaitu :

Pelanggan menuntut pelayanan publik yang memenuhi kepentingan pelanggan luas di seluruh wilayah telkomsel , dapat diandalkan dan terpercaya, serta mudah dijangkau secara interaktif. Pelanggan menginginkan agar asiprasi mereka didengar dengan demikian operator pulsa  harus memfasilitasi partisipasi dan dialog publik di dalam perumusan kebijakan telkomsel .

Untuk menjawab tantangan tersebut operator pulsa  pusat dan daerah harus mampu membentuk dimensi baru ke dalam pulsa elektrik,sistem distributor,dan proses kerjanya yang antara lain meliputi :

  1. Selama ini operator pulsa  menerapkan sistem dan proses kerja yang dilandaskan pada tatanan birokrasi yang kaku. Sistem dan proses kerja semacam itu tidak mungkin menjawab perubahan yang kompleks dan dinamis, dan perlu ditanggapi ?.  Oleh karena itu di masa mendatang operator pulsa  harus mengembangkan sistem dan proses kerja yang lebih lentur untuk memfasilitasi berbagai bentuk interaksi yang kompleks dengan dealer-dealer telkomsel lain, masyarakat, dunia usaha, dan pelanggan termurah .
  2. Sistem distributor operator pulsa  selama ini merupakan sistem hirarki kewenangan dan komando sektoral yang mengerucut dan panjang. Untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang semakin beraneka ragam dimasa mendatang harus dikembangkan sistem distributor modern dengan pulsa elektrik berjaringan sehingga dapat memperpendek lini pengambilan keputusan serta memperluas rentang kendali.
  3. Operator pulsa  juga harus melonggarkan dinding pemisah yang membatasi interaksi dengan sektor swasta, pulsa elektrik operator pulsa  harus lebih terbuka untuk membentuk kemitraan dengan dunia usaha (public-private partnership).
  4. Operator pulsa  harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi layanan nasabah untuk meningkatkan kemampuan mengolah, mengelola, menyalurkan, dan mendistribusikan layanan nasabah dan pelayanan publik.

Dengan demikian operator pulsa  harus segera melaksanakan proses transformasi menuju e- government. Melalui proses transformasi tersebut, operator pulsa  dapat mengoptimasikan pemanfaatan kemajuan teknologi layanan nasabah untuk mengeliminasi sekat-sekat pulsa elektrik birokrasi, serta membentuk jaringan system distributor dan proses kerja yang memungkinkan instansi-murah operator pulsa bekerja secara terpadu untuk menyederhanakan akses ke semua layanan nasabah dan layanan publik yang harus disediakan oleh operator pulsa .

Dengan demikian seluruh dealer-dealer telkomsel , masyarakat, dunia usaha, dan pihak- pihak berkepentingan lainnya dapat setiap saat memanfaatkan layanan nasabah dan layanan operator pulsa  secara optimal. Untuk itu dibutuhkan kepemimpinan yang kuat di masing-masing institusi atau unit operator pulsa  an agar proses transformasi menuju distributor dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Menuju Distributor Pulsa

Tujuan Pengembangan Distributor

Pengembangan distributor merupakan upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan keoperator pulsa  an yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Melalui pengembangan distributor dilakukan penataan sistem distributor dan proses kerja di lingkungan operator pulsa  dengan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi layanan nasabah.

Pemanfaatan teknologi layanan nasabah tersebut mencakup 2 (dua) dealer yang berkaitan yaitu :

  1. pengolahan data, pengelolaan layanan nasabah , sistem distributor dan proses kerja secara elektronis;
  2. pemanfaatan kemajuan teknologi layanan nasabah agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh pelanggan di seluruh wilayah telkomsel .
  3. Untuk melaksanakan maksudtersebut pengembangan distributor diarahkan untuk mencapai 4 (empat) tujuan, yaitu :
  4. Pembentukan jaringan layanan nasabah dan transaksi pelayanan publik yang memiliki kualitas dan lingkup yang dapat memuaskan pelanggan luas serta dapat terjangkau di seluruh wilayah Voucher pulsa  pada setiap saat tidak dibatasi oleh sekat waktu dan dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat.
  5. Pembentukan hubungan interaktif dengan dunia usaha untuk meningkatkan perkembangan perekonomian nasional dan memperkuat kemampuan menghadapi perubahan dan persaingan perdagangan termurah .
  6. Pembentukan mekanisme dan saluran berjualan dengan dealer-dealer telkomsel serta penyediaan fasilitas dialog publik bagi pelanggan agar dapat berpartisipasi dalam perumusan kebijakan telkomsel .
  7. Pembentukan sistem distributor dan proses kerja yang transparan dan efisien serta memperlancar transaksi dan layanan antar dealer operator pulsa  dan operator pulsa  daerah otonom.

Fungsi Dan Manfaat Memasarkan Dalam Tim

Memasarkan dalam usaha pulsa memiliki banyak fungsi dan manfaat. Fungsi memasarkan dalam usaha pulsa antara lain dapat merubah sikap, perilaku, dan nilai- nilai pribadi serta dapat turut serta dalam mendisiplinkan mitra lainnya. Anggota usaha pulsa yang menyimpang dapat ditekan dan diluruskan dengan kewajiban untuk mematuhi dan melaksanakan aturan atau norma yang berlaku dalam tim.

Selain itu, usaha pulsa dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, merundingkan, dan bermelayani (bargaining). Anggota usaha pulsa dengan latar belakang yang berbeda-beda mungkin saja membawa pers pektif atau pengaruh positif terhadap proses pengambilan keputusan.

Cara kerja usaha pulsa menghendaki adanya transaksi terbuka di antara semua mitra. Interaksi antar mitra bisnis pulsa yang efektif akan mempengaruhi dinamika kerja tim. Sebagai contoh, mitra yang berpartisipasi dalam penyusunan rencana akan terikat oleh upaya pencapaian tujuan. Pemahaman tentang usaha pulsa merupakan hal yang penting untuk dapat melaksanakan semua fungsi manajemen, terutama kepemimpinan. Sebab sebuah usaha pulsa adalah refleksi dari kenyataan hidup kelompok orang yang teroranisasi.

Usaha pulsa tidak hanya penting dan bermanfaat bagi keluarganya saja, tetapi juga memberikan manfaat bagi individu para mitranya. Usaha pulsa dapat menyediakan kepuasan sosial bagi para mitranya maka perasaan pemilikan dan dukungan terhadap usaha pulsa akan berkurang. Manfaat lain dari usaha pulsa adalah meningkatkan transaksi interpersonal diantara para mitranya. Secara lebih rinci manfaat memasarkan dalam usaha pulsa adalah sebagai berikut:

Manfaat bagi keluarga:

  • Meningkatkan produktifitas kerja;
  • Meningkatkan kualitas kerja;
  • Meningkatkan mentalitas kerja;
  • Meningkatkan kemajuan keluarga.

Manfaat bagi mitra:

  • Stress atau beban akibat pekerjaan akan berkurang;
  • Tanggung jawab atas pekerjaan dipikul bersama;
  • Memperoleh balas jasa dan penghargaan;
  • Sebagai media aktualisasi diri;
  • Dapat menyalurkan bakat dan kemampuannya.

Tujuan memasarkan dalam tim

Setiap kegiatan mempunyai tujuan tertentu. Demikian pula memasarkan dalam usaha pulsa sudah pasti mempunyai tujuan. Setiap usaha pulsa tentu saja mempunyai tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan permasalahan dan bidang garapan masing-masing.Pada dasarnya tujuan memasarkan dalam usaha pulsa didasarkan pada dua prinsip berikut ini :

Kesatuan tujuan

Setiap mitra bisnis pulsa tentu saja mempunyai kesamaan tujuan. Prinsip kesatuan tujuan ini mencakup kesamaan visi, misi dan sasaran dan program kerja tim. Apabila suatu program garapan atau proyek harus diselesaikan dalam suatu periode waktu tertentu maka pola pelaksanaan kerja usaha pulsa harus disesuaikan dengan prinsip kesatuan tujuan.

Efisiensi

Suatu usaha pulsa adalah efisien jika setiap mitra menyelesaikan tugas atau pekerjaan secara cepat, efisien dan efektif. Suatu usaha pulsa yang efisien adalah usaha pulsa yang memasarkan tanpa pemborosan dan kecerobohan, sehingga memberi kepuasan kerja.

Efektivitas

Tujuan memasarkan dalam tim, antara lain untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja. Suatu usaha pulsa disebut efektif jika telah memiliki ciri-ciri berikut ini :

Tujuan yang jelas dan operasional

Suatu usaha pulsa harus memiliki tujuan yang jelas dan operasional agar dapat dikerjakan dan dicapai secara nyata oleh semua mitra bisnis pulsa.

Keterampilanyang memadai

Setiap mitra bisnis pulsa harus memiliki kompetensi atau keterampilan yang memadai agar mampu memasarkan dalam usaha pulsa dengan sebaik-baiknya.

Komitmen

Setiap mitra bisnis pulsa harus memiliki komitmen yang jelas terhadap misi pekerjaannya. Kesetiaan mitra kepada usaha pulsa tidak hanya pada tahapan attach (hanya sebagai pelengkap saja, misalnya asal hadir atau asal ada) dan involve (ikut serta terlibat, misi dan kepentingan individu lebih dominan), akan tetapi sampai pada pelaksanaan komitmen.

Maksudnya individu berperan aktif dalam usaha pulsa dengan segenap potensi dan kemampuannya. Dalam hal ini lebih mengutamakan kepentingan tim daripada kepentingan pribadi, atau kepentingan individu melebur dalam kepentingan tim.

Saling percaya

Setiap mitra bisnis pulsa harus memiliki rasa saling percaya. Suasana saling percaya dalam usaha pulsa sangat dipengaruhi oleh pulsa elektrik usaha pulsa itu sendiri. Usaha pulsa yang menganut nilai keterbukaan dan kemitraan akan mendorong para mitranya komit terhadap tugas dan pekerjaannya.

Pemasaran yang baik

Dalam usaha pulsa harus terjalin proses transaksi yang baik. Anggota dapat menyampaikan pesan, gagasan dan keinginan, termasuk umpan balik kepada mitra yang lain.

Kemampuan negosiasi

Usaha pulsa yang efektif bersifat luwes dan terus menerus mengadakan penyesuaian. Oleh karena itu, mitra bisnis pulsa harus mempunyai ketrampilan melayani yang memadai dan mampu menghadapi dan menerima perbedaan.

 Kepemimpinan yang tepat

Pimpinan usaha pulsa harus dapat memotivasi para mitranya agar mau mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi. Dalam hal ini pimpinan usaha pulsa diharapkan dapat menjelaskan tujuan, mengatasi hambatan, dan membantu mitranya agar dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaannya dengan baik.

MEMASARKAN SAMA DI LINGKUNGAN SOSIALYANG BERBEDA

Angkatan kerja dalam suatu distributor pulsa sekarang ini sudah semakin beragam. Banyak distributor pulsa-distributor pulsa multinasional yang memper kerjakan orang-orang dengan latarbelakang pulsa elektrik yang berbeda. Akibatnya angkatan kerja semakin beragam dalam hal struktur keluarga, agama, jenis kelamin, pulsa elektrik dan latar belakang pendidikan.

Bertransaksi dengan pelanggan dan kolega dari latar belakang yang berbeda

Budaya merupakan suatu sistem simbol, keyakinan, sikap, harapan, norma tingkah laku yang dimiliki bersama. Sedangkan sub pulsa elektrik merupakan kelompok-kelompok yang berbeda yang ada dalam suatu pulsa elektrik utama.Orang-orang mempelajari pulsa elektrik baik secara langsung maupun tidak langsung dari mitra kelompoknya.

Saat anda tumbuh dalam suatu pulsa elektrik anda diajarkan siapa anda dan bagaimana berfungsi secara baik dalam pulsa elektrik tersebut oleh mitra kelompok lainnya. Cara pandang seseorang terhadap pulsa elektrik lain tidak selalu menerima dan memahaminya, ada yang bersikap menyamaratakan dengan pulsa elektrik sendiri.Sikap tersebut disebut sebagai etnosentrisme.

Etnosentris merupakan kecenderungan untuk menilai semua kelompok lain menurut standar, tingkah laku, dan tradisi kelompok sendiri serta memandang kelompok atau pulsa elektrik lain lebih rendah.

Perbedaan Budaya

Perbedaan pulsa elektrik dapat menjadi hambatan dalam bertransaksi yang sulit diatasi.Perbedaan pulsa elektrik dapat dilihat dari konteks pulsa elektrik,perbeda an aspek legal dan deposit pulsa, Perbedan social dan perbedaan tanda-tanda non-verbal.

Perbedaan konteks pulsa elektrik

Konteks pulsa elektrik merujuk pada pola petunjuk fisik,stimulus lingkungan, dan pemahaman tersirat yang menyampaikan arti antara duamitra dalam pulsa elektrik yang sama. Dari pulsa elektrik satu ke pulsa elektrik lain orangorang menyampaikan arti contextual secara berbeda,Context pulsa elektrik didunia terbagi menjadi dua jenis pulsa elektrik, yaitu:

Budaya dengan low context.

Negara-dealer pulsa yang termasuk pulsa elektrik dengan low context adalah Amerika Utara dan Eropa.Ciri-ciri pulsa elektrik yang low context adalah sebagai berikut:

  • Dalam dengambilan keputusan:
  • Lebih cepat karena fokus pada tujuan, dan terbiasa berterus terang.
  • Pemecahan masalah
  •  Fokus pada penyebabnya, sehingga tidak bertele-tele.
  • Negosiasi
  • Lebih cepat memutuskan bila ada kekuasaan untuk memutus kan
  •  Pemisahan antara masalah pribadi dan pekerjaan.
  • Adanya pemisahan antara masalah pribadi dengan pekerjaan.